NGAWI – Kilasfakta.com. Komando kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah yang selanjutnya disingkatKOKAM Pemuda Muhammadiyah adalah satuan program pembinaan dan pengembangan sumberdaya kader Pemuda Muhammadiyah di bidang pelayanan bantuan kemanusiaan berbasis bencana/musibah dan belanegara.

Untuk meningkatkan kemampuan dari anggota KOKAM dan SAR Pemuda Muhammadiyah Ngawi, menggelar latihan gabungan (Latgab) dengan materi khusus Penanganan Pohon Tumbang dan Snake Rescue. Bertempat di Halaman SMP Muhammadiyah 5 Ngawi (SMP Olah Raga) pada Hari Minggu (28/11/2021).

“Hadir sebagai Pemateri Snake Rescue dari SAR GMR (Joko Tris) dan untuk Pemateri Penanganan Pohon Tumbang dari SAR MTA (Slamet Riyadi) serta Yatimin (SAR GMR).”

Gelar LatGab KOKAM dan SAR Pemuda Muhammadiyah di awali dengan Apel bersama. Hadir sebagai peserta apel sejumlah 30 personil yang terdiri dari anggota KOKAM DAN SAR Muhammadiyah yang masing masing tiap wilayah mengirimkan 2 anggotanya, anggota Polsek Widodaren dan anggota Koramil Widodaren. Gelar Apel di pimpin langsung oleh, Imam Syamsudin selaku Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ngawi.

Saat di temui Wartawan Kilasfakta.com, ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kab. Ngawi mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk kesiap siagaan kita dalam mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Ngawi, serta perlunya peningkatan kemampuan dalam skill terkait penanganan pohon tumbang dan Snake Rescue. Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, temen temen senantiasa menjadi lebih baik dalam hal penanganan pohon tumbang serta mampu apabila menjinakkan ular, Pungkas Imam.

Dalam pelatihan itu, Jokotris (biasa di panggil) dari Sar GMR menjelaskan jenis jenis ular, cara menangkapnya, hingga pertolongan pertama saat tergigit ular. “Apabila tergigit ular berbisa, cara yang pertama yang adalah melakukan pembidaian seperti halnya orang patah tulang. Sebab, bisa ular menyebar bukan melalui darah, akan tetapi melalui kelenjar getah bening selanjutnya mengalir dan menyebar dikarenakan kontraksi otot. Setelah itu sesegera dibawa ke rumah sakit terdekat.”

Jokotris juga mengajarkan cara mengevakuasi ular berukuran besar seperti Phyton, untuk cara mengevakuasinya harus 2 orang, orang yan pertama melakukan provokasi layaknya matador dengan sarung serta, orang kedua memegangi ekor, Saat ular mulai menyerang dan menggigit media untuk provokasi, kepala ular langsung di tutup dengan media tersebut. “Kalau untuk ular berbisa, sangat disarankan menggunakan alat, gagang sapu atau kayu, dan kalau belum ahli jangan lakukan sendirian,” pungkasnya.

Hartoyo selaku koordinator kegiatan menyampaikan banyak banyak terimakasih pada segenap dukungan yang hadir, Alhamdulillah gelar Latgap KOKAM dan SAR berjalan dengan lancar dan aman. Semoga ilmunya yang di dapat bermanfaat, baik untuk diri kita juga bermanfaat untuk orang lain, Amiin.

 

(Agus C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *