REMBANG – Kilasfakta.com, Akreditasi adalah penetapan dari pihak ketiga berkaitan dengan pembuktian formal bahwa suatu lembaga penilaian kesesuaian memiliki kompetensi untuk melakukan tugas penilaian kesesuaian tertentu. Lembaga yang melakukan akreditasi disebut dengan badan akreditasi. Tujuan Akreditasi LKSA adalah guna memperoleh gambaran kinerja lembaga sosial sebagai alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mutu; serta. Menentukan tingkat kelayakan suatu lembaga Sosial dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial.

Sehingga sebuah lembaga sosial bisa dikatakan layak untuk menyelanggarakan pelayanan kegiatan kesejahteraan sosial manakala sudah melewati tahapan proses penilaian dari Badan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (BALKS) Kementerian Sosial RI, berupa mendapatkan bukti Sertifikat AKREDITASI.

Adalah Yayasan Aswirusani Asmaul Husna bangkit (An-Naba) yang menaungi lembaga kesejahteran sosial (LKS) “Asmaul Husna Bangkit” Rabu 09/08/23 tim Visitor Badan Akreditasi dari Kemensos RI berkunjung ke kantor sekretariat LKSA Asmaul Husna Bangkit di jalan Diponegoro, desa Pandean Rt 02/01 kecamatan Rembang, Kab. Rembang Jawa tengah. Rombongan tim BALAKS dari kemensos RI berjumlah 5 orang dipimpin oleh Ahmad Subarkah.

Kunjungan tim BALK kali ini adalah yang kedua kali nya (re akreditasi) di LKSA Asmaul Husna Bangkit, sebab pada tanggal 14/08/ 2021 (dua tahun) yang lalu telah lulus melalui tahapan proses penilai dan mendapatkan predikat Sertifikat Akreditasi.

Dalam kunjungannya Subarkah banyak memberikan bimbingan serta menginginkan agar LKSA Asmaul Husna Bangkit selalu inovatif dan memiliki kreasi dan terobosan ide baru guna meningkatkan pelayanan kesejahteraan anak terutama harus selalu menjalin shilaturahim dengan instansi terkait. “coba uapayakan pak bupati bisa berkunjung ke LKSA sini, jalin shilaturahim dan bangun kerjasama dengan perguruan tinggi, psikolog, Rumah sakit dan lembaga lembaga lain” terang Subarkah.

Sementara itu Anggi salah satu dari tim penilai memberikan evalusi dan memberikan bebrapa masukan kepada LKSA Asmau Husna Bangkit, hasil penilaiannya pemberian santunan yang dilaksanakan masih berupa santunan insidentil, belum mengarah kepada kesejahteraan anak yatim secara keseluruhan, himbauannya “LKSA supaya mendata lagi, memetakkan mana yang sudah mendapatkan BPJS, PKH dan bantuan lainya dari pemerintah”.kata Anggi.

Selain itu, Subarkah memberikan apresiasi positif kepada LKSA Asmaul Husna Bnagkit yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dan dibuktikan dengan MOU salah satunya adalah menjalin kerjasama dengan Universitas Ngudi Waluyo dalam program pendidikan.

Kunjungan dan pelaksanaan penilaian kali ini tidak terlalu lama seperti pada dua tahun lalu, sebab hanya melanjutkan re akreditasi dan lebih banyak diberikan arahan pada pengembangan dan terobosan strategi pelayanan kesejahteraan sosial, acara akrediatsi selesai pukul 17:00, selanjutnya tim Visitor melanjutkan untuk penilaian di LKSA lain. Sebelum melanjutkan perjalan seluruh pengurus LKSA & tim visitor melakukan foto bersama. (wondo/ Mad).

Tinggalkan Balasan