PATI – Kilasfakta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan dalam rilis yang disampaikan terkait cuaca ekstrem, hari ini, Sabtu (19/11/2022).
Dilansir laman resmi BMKG, Bibit Siklon Tropis 94S terpantau di Samudera Hindia selatan Banten, memiliki kecepatan angin angin maksimum 25-30 knot dan tekanan minimum 1004.1 mb. Didampaikan, bibit siklon tropis tersebut bergerak ke arah Selatan Tenggara dan potensi dalam 24 jam kedepan untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.
Sedangkan Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik utara Halmahera dan di Maluku yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara, di perairan utara Halmahera dan dari Laut Banda hingga Maluku
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, di Jawa Timur, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara, di NTB, dan di Papua, termasuk Wilayah Jawa Tengah.
Terkait hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak boleh panic. Pada saat hujan, sering disertai badai dan curah hujan intensitasnya juga tinggi.
“Prakiraan sebagaimana yang disampaikan BMKG, musim penghujan saat ini terjadi perubahan iklim yang ekstrim. Dan kondisi ini, saat hujan sering terjadi bencana banjir, puting beliung bahkan tanah longsor. Masyarakat tetap waspada, namun tidak boleh panik,” ujar Sukarno.
Sukarno berpesan, masyarakat jangan membuang sampah sembarangan. Saluran air juga harus sering dibersihkan supaya aliran air hujan menjadi lancar, dan tidak terjadi genangan air atau banjir. “Kita latih diri kita untuk hidup bersih dan selalu menjadi kebersihan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Peart : Purwoko

