PATI – Kilasfakta.com, Berdasarkan catatan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Pati ditemukan 3 kasus lumpy skin disease (LSD) pada ternak sapi di Desa Maitan Kecamatan Tambakromo.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M. Nur Sukarno mengungkapkan penyakit LSD ini di tandai dengan benjolan di kulit ternak sapi dan kerbau. Penyakit tersebut juga di sebabkan oleh virus.
“Penyakit ini tidak menyebabkan kematian ternak secara drastis, tetapi ternak yg terserang akan mempengaruhi fertilitas (sulit beranak) maupun nafsu makan menurun drastis. Sehingga menjadi kurus dan rentan terserang penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian,” ungkapnya.
Menurut Sukarno, kasus yang sudah terjadi perlu dilokalisir supaya tidak meluas penularannya. Seperti melakukan vaksinasi jika sudah ada vaksinnya. “Kami sarankan agar Dinas Pertanian (Dispertan) melakukan upaya sosialisasi yang intens kepada masyarakat maupun peternak. Agar mereka tahu penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kabid Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi mengaku sudah melakukan langkah antisipasi dengan cara memberikan pengobatan kepada sapi yang terkena LSD dan juga telah memberikan vaksinasi untuk mencegah penyakit tersebut. “Tahun ini kita mendapatkan 5 ribu vaksin untuk penyakit LSD. Kita juga sudah melaksanakan vaksinasi ke sapi sejumlah kurang lebih 3 ribu vaksin,” jelasnya.
Pengobatan dan vaksinasi bertujuan untuk mencegah agar penyakit tersebut tidak menular ke sapi yang lain, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh pada hewan ternak tersebut.
Lebih lanjut, Sukarno menjelaskan penyakit LSD pada sapi ini disebabkan karena virus di mana penularannya dapat melalui nyamuk, lalat penghisap darah dan caplak. “Kita fokuskan pengobatan dan vaksinasi LSD ini di daerah khususnya yang ditemukan kasus tersebut. Sehingga bisa meminimalisir penularan penyakit LSD,” tutupnya.
Pewarta : Wk / Kf

