PATI – Kilasfakta.com, Ketimpangan sosial yang ada di Kabupaten Pati dinilai masih banyak, sehingga membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera melakukan pembenahan. Salah satunya adalah penanganan kekerasan seksual perempuan dan anak yang terjadi cukup banyak di tahun ini. Sehingga, hal ini menjadi perhatian oleh Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Narso.
Narso mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami oleh beberapa korban. Apalagi ada korban yang mengalami trauma kepada laki-laki. “Saya cukup prihatin saat mendengar kabar tersebut. Saya berharap tidak terulang kembali kasus tersebut,” kata dia.
Dengan adanya kejadian tersebut, Narso meminta penangguhan dan penanganan kekerasan seksual perempuan dan anak supaya dilakukan secara maksimal.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Kabupaten Pati, Nikmah Munfaat menjelaskan jika melihat data tahun sebelumnya, kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati mengalami kenaikan. “Untuk data tahun lalu itu yang menginput tidak hanya dari Dinsos, tapi juga ada Polres dan dari beberapa rumah sakit. Data itupun juga sudah ada di aplikasi SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak), jadi total ada 155 kasus untuk tahun lalu, dan trennya dari tahun ke tahun naik di Pati,” terangnya.
Adapun untuk pendampingan kasus yang sudah ada, pihaknya mengatakan tetap dilakukan oleh pihak Dinsos P3AKB. Sedangkan untuk penanganannya, dilakukan oleh masing-masing stakeholder. “Maka kalau bicara pendampingan mereka itu di sini, tapi kalau penanganan kasus di masing-masing stakeholder,” jelasnya
Melihat data kekerasan seksual yang ada, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih sadar menjaga lingkungannya agar terhindar dari perbuatan tersebut. Pasalnya, kata Nikmah, awal dari tindak kekerasan seksual berasal dari lingkungan terdekat. (Adv)

