
Endang Widiastuti, S.Pd
Kepala SD Negeri Klumpit Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati
Pendidikan merupakan serangkaian upaya yang dirancang secara sadar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual maupun sosial untuk membantu seseorang atau sekelompok orang (Sagala, 2006:1). Guru didefinisikan sebagai seseorang dengan kemampuan mengajar yang tinggi, mampu mengoptimalkan dan mendayagunakan komponen-komponen pendidikan. Oleh karena itu, guru memegang peranan penting dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Guru yang profesional diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan output yang bermutu pula. Hal ini sejalan dengan pendapat Idris (2007:12) yang menyatakan bahwa semakin baik kualitas profesional guru akan berdampak pada peningkatan kualitas belajar-mengajar. Kepala sekolah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam satuan pendidikan wajib mendayagunakan seluruh personel sekolah secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan pendidikan yang optimal (Suryosubroto, 2010:86). Dalam rangka memastikan jalannya pembelajaran dengan baik maka penulis sebagai kepala SD Negeri Klumpit Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati senantiasa melakukan pembinaan serta memberikan motivasi terhadap guru melalui supervisi akademik.
Secara konseptual, supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk membantu guru dalam mengembangkan kemampuan pengelolaan proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi bukan berarti kegiatan menilai kinerja guru yang terkesan mencari-cari kelemahan/kekurangan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tetapi dilakukan dalam rangka menjamin pembelajaran yang berkualitas.
Tenriningsih (2009) menemukan bahwa terdapat hubungan langsung yang positif dan signifikan antara kinerja guru dengan prestasi belajar siswa serta hubungan langsung yang positif dan signifikan pula antara prestasi belajar siswa melalui supervisi pengajaran. Artinya, semakin tinggi kinerja guru maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu supervisi akademik harus dilakukan untuk menghasilkan motivasi dan kinerja guru yang tinggi.
Langkah-langkah yang ditempuh kepala sekolah dalam melakukan supervisi akademik yang dapat meningkatkan motivasi guru dapat dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pertemuan awal antara kepala sekolah dan guru untuk menciptakan suasana yang akrab dan kekeluargaan agar untuk membahas rencana pembelajaran yang dibuat guru kemudian menyempurnakan rencana pembelajaran tersebut. Tahap kedua yaitu observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan menerapkan ketrampilan dan aspek observasi yang telah disepakati bersama. Kemudian tahap yang ketiga adalah pertemuan umpan balik dengan memberikan penguatan terhadap penampilan guru serta mengajak guru menelaah tujuan pembelajaran dan aspek pembelajaran yang menjadi perhatian dalam fokus supervisi. Pada tahap ini kepala sekolah menunjukkan data hasil observasi kepada guru serta melakukan penelaahan bersama mengenai kelemahan dan kekuatan guru dalam mengajar.
Pelaksanaan supervisi akademik yang baik tentu saja membutuhkan peran serta dari semua pihak. Salah satu faktor pendukungnya adalah sikap guru yang menanggapi secara positif tentang pelaksanaan supervisi sehingga terjalin hubungan yang baik antara guru dengan guru serta kepala sekolah dengan guru yang juga menimbulkan kesadaran guru dan memotivasinya untuk meningkatkan kemampuan kinerjanya. Sedangkan hambatannya yaitu terbatasnya waktu kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi karena berbagai kesibukan dari tambahan tugas. Melalui kegiatan supervisi akademik akan tumbuh rasa semangat pada diri guru untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan kinerjanya. Rasa kebersamaan antar personel sekolah juga akan timbul sehingga akan ada rasa saling membutuhkan untuk sekadar sharing antar guru yang membuat iklim sekolah menjadi kondusif. (*)

