
NURUL MAULUDAH, S.Pd.SD
SDN Gembong 05 Kecamatan Gembong Kabupaten Pati
Differentiated Instruction Tingkatkan Pemahaman Konsep Matematika
Pembelajaran matematika membantu siswa untuk meningkatkan dan memperlengkapi perseta didik dengan kemampuan berpikir kritis, analitis dan juga sistematis. Pemahaman konsep merupakan suatu dasar dalam pembelajaran Matematika. Annajmi (2016) mengatakan dalam mengerjakan Matematika diperlukan pemahaman konsep Matematika.
Berdasarkan hasil pengamatan di kelas 2 SDN Gembong 05, ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep Matematika, hal ini terlihat dari cara siswa mengerjakan soal. Siswa kesulitan dalam menafsirkan soal, baik dalam bentuk kalimat ataupun dalam bentuk gambar. Siswa juga kurang memperhatikan instruksi matematika yang diberikan oleh guru, sehingga sering kali bertanya apa yang harus dilakukan, meskipun instruksi sudah jelas tertulis dan sudah dijelaskan secara verbal. Hal ini menyebabkan siswa tidak teliti saat pengerjaan soal. Ketika saat penjelasan materi, siswa juga nampak malu dan tidak berani bertanya kepada guru tentang apa yang belum dimengerti. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar Matematika siswa. Hasil tes formatif pembelajaran sebelumnya terlihat bahwa dari 18 siswa, hanya terdapat 5 siswa yang memenuhi standar ketuntasan minimal 66 yang dibuat oleh sekolah. Terdapat 13 siswa memiliki nilai kurang dari 66.
Oleh karena itu, guru berupaya memperbaikinya dengan menerapkan Differentiated Instruction untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Prinsip dari pemberian instruksi atau kegiatan yang berdiferensiasi adalah strategi yang digunakan untuk mengakui nilai yang ada di setiap individu. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Joseph (2013) yang menunjukkan bahwa Differentiated Instruction (Pembelajaran Berbeda) merupakan strategi yang digunakan untuk meningkatkan dan mengakomodasi kebutuhan pembelajaran siswa, baik dari segi kesiapan (kognitif), minat, maupun profil belajar. Differentiated Instruction didefinisikan sebagai pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi dan mendukung keberagaman siswa di dalam satu kelas, dengan mempertimbangkan tingkat kesiapan, minat, dan cara belajar mereka. Dalam pendekatan ini, siswa diberikan pembelajaran yang berbeda dalam hal konten, proses, dan produk (hasil), sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang efektif. Differentiated Instruction dijelaskan sebagai strategi yang berfokus pada guru dan siswa, di mana peran guru sangat penting dalam merancang pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Langkah-langkah penerapan Differentiated Instruction yang digunakan pada penelitian ini yaitu mengacu pada teori menurut Tomlinson dan Eidson (2003) yaitu dengan mendiagnosa kesiapan belajar (melakukan pretest), mengklarifikasi materi, dan mendesain pengalaman belajar yang bervariasi (variasi konten latihan soal, variasi minat, dan variasi profil belajar).
Strategi Differentiated Instruction yang diterapkan terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Presentase ketuntasan belajar siswa terlihat meningkat setiap penerapan tindakan. Sebelum penerapan tindakan hanya terdapat 5 siswa yang lulus tes. Setelah dilakukan tindakan pertama hasil tes siswa meningkat sebanyak 50%, sehingga sebanyak 9 siswa lulus tes materi perkalian. Untuk meyakinkan kembali keberhasilan tindakan strategi, maka pada materi selanjutnya yaitu pembagian penerapan strategi dilakukan kembali. Setelah dilihat kembali, hasil tes siswa meningkat sebanyak 33%, sehingga 15 siswa lulus di tes materi pembagian. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh Borja, Laura dkk (2015), yang mengatakan bahwa Differentiated Instruction dapat membantu kemajuan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Dengan Differentiated Instruction , guru bisa lebih mengenal siswa secara individu dan membantu untuk menganalisis kebutuhan siswa tersebut. Selain itu, juga dapat membuat siswa menjadi lebih tertarik dan memperoleh pembelajaran yang bermakna.
