NGAWI – Kilasfakta.com, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Brawijaya Tahun 2023 merupakan bagian dari pelaksanaan Program Mahasiswa Membangun 1000 Desa dari Universitas Brawijaya Malang.

Desa Ngrayudan dipilih sebagai salah satu lokus kegiatan KKN di Tahun 2023 ini. Desa Ngrayudan yang berlokasi di lereng Gunung Lawu dianugrahi pemandangan yang indah sehingga di beberapa spotnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

Sejalan dengan arahan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono yang ingin mengembangkan daerah KENEBEJO (Kendal, Sine, Ngrambe, Jogorogo) sebagai daerah wisata maka keberadaan Program Kuliah Kerja Nyata Universitas Brawijaya Tahun 2023 yang berlokasi di Desa Ngrayudan ini memprioritaskan programnya dalam rangka pengembangan sektor wisata.

Dinda Salma Fateeh sebagai Koordinator Desa menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan unggulan dalam rangka pengembangan wisata Desa Ngrayudan, antara lain: menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) antar stakeholder wisata desa, Pelatihan taruna sadar wisata, Pelatihan e-commerce, digital branding dan pemanfaatan medsos.

“Program yang mendapat respon paling antusias adalah Pelatihan e-commerce, digital branding dan pemanfaatan medsos, karena sesuai dengan tren sosial yang berkembang saat ini” demikian disampaikan Salma.

Pelatihan e-commerce, digital branding, dan pemanfaatan media sosial (medsos) dalam konteks pengembangan wisata di Desa Ngrayudan merupakan inisiatif yang sangat relevan dan penting.

Melalui Pelatihan E-commerce atau perdagangan elektronik proses pembelian dan penjualan produk atau layanan melalui internet sehingga dalam konteks pengembangan wisata Desa Ngrayudan, pelatihan e-commerce akan mengajarkan para pelaku usaha (UMKM) di desa dapat memanfaatkan platform online untuk mempromosikan dan menjual produk wisata mereka. Pelatihan ini mencakup hal-hal seperti pembuatan toko online, manajemen inventaris, pengaturan sistem pembayaran online, serta strategi pemasaran digital yang efektif untuk mencapai audiens yang lebih luas.

Pelatihan Digital Branding yang disampaikan merupakan upaya untuk membangun identitas dan citra desa atau produk wisata Desa Ngrayudan secara konsisten dan menarik di dunia digital sehingga membantu para pelaku usaha di desa memahami bagaimana menciptakan brand melalui media online, seperti logo, desain visual, dan pesan-pesan yang relevan dengan potensi dan keunikan desa. Digital branding yang baik akan membantu meningkatkan daya tarik dan pengakuan Desa Ngrayudan sebagai tujuan wisata yang menarik.

Melalui Pelatihan Pemanfaatan Medsos memberikan kesadaran pada warga desa bahwa platform medsos saat ini menjadi penting untuk mempromosikan dan memperluas jangkauan promosi wisata Desa Ngrayudan.

Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan tentang cara efektif menggunakan berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, TikTok dan lainnya, untuk berkomunikasi dengan calon wisatawan, memperkenalkan produk dan daya tarik wisata, serta memberikan informasi aktual mengenai acara-acara atau paket wisata yang sedang berlangsung. Selain itu, akan diajarkan juga tentang manajemen konten, interaksi dengan pengikut, dan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai tujuan wisata yang lebih besar.

Dengan pelatihan-pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha di Desa Ngrayudan dapat mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing wisata desa secara keseluruhan serta mendukung kemajuan ekonomi lokal melalui perkembangan UMKM di sektor wisata.

Melalui bimbingan Bpk Adi Tiya Yanuar, S. Kel, M. Sc, sebagai dosen pembimbing sekelompok KKN di Desa Ngrayudan berhasil mensinergikan misi program yang dibawa dari kampus dengan kebutuhan yang saat ini diperlukan masyarakat Desa Ngrayudan yang memiliki keinginan besar untuk mengembangkan wisata, yang tidak hanya menambah jumlah pengunjung tetapi juga meningkatkan efek wisata bagi berkembangnya UMKM pendukung wisata di Desa Ngrayudan.

Bapak Suwarno selaku Kepala Desa Ngrayudan menyambut baik dan mendukung penuh program yang dijalankan KKN Universitas Brawijaya, melalui pemberian fasilitas kemudahan yang disediakan desa mulai dari tempat tinggal, kendaraan roda dua untuk mempermudah mobilisasi kegiatan mahasiswa.

“Kami berharap program semacam ini dapat diteruskan, karena dapat memberikan ide ide segar ke Desa, bagaimana pengembangan wisata dapat dijalankan sesuai dengan tren yang saat ini” demikian tanggapan Bapak Kepala Desa.

Tinggalkan Balasan