SRAGEN – Kilasfakta.com – Mahasiswa Melibatkan ibu – ibu PKK desa Pungsari Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen, TIM II Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja monodisiplin dengan mendirikan Bank Sampah (24/7/2024)

Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai konsep dan manfaat Bank Sampah kepada masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK. Setelah mendapatkan pemahaman yang cukup, mahasiswa bersama warga membentuk Bank Sampah.

Dalam proses pembentukan Bank Sampah, Angel Vemylusia selaku mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Ibu-ibu PKK dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, dengan harapan mereka dapat menjadi motor penggerak utama dalam pengelolaan Bank Sampah ke depannya.

Angel mengatakan, didalam tahapan pembentukan kepengurusan Bank Sampah, pengurus dibekali dengan buku panduan Bank Sampah yang berisi tugas-tugas dan tanggung jawab yang harus mereka jalankan yang telah disusun olehnya.

“Buku panduan tersebut menjadi acuan utama dalam pengelolaan dan operasional Bank Sampah. Dalam tahap berikutnya,” ucapnya saat kepada media. Sabtu (17/8/2024)

Lebih lanjut, Pelatihan administrasi Bank Sampah ditujukan kepada para pengurus meliputi cara pencatatan, manajemen data, hingga pelaporan keuangan yang diperlukan untuk menjaga transparansi dan kelancaran operasional Bank Sampah

Tidak hanya itu, Angel Vemylusia juga turut membantu pengurus dalam melakukan negosiasi dengan pengepul untuk mendapatkan harga terbaik bagi sampah yang telah dipilah. Kerjasama dengan pengepul ini menjadi kunci keberlanjutan operasional Bank Sampah. Untuk memastikan bahwa setiap sampah yang terkumpul dapat diolah dan mendatangkan keuntungan bagi warga.

“Pada 4 Agustus 2024 dilaksanakan penimbangan pertama sampah yang dikumpulkan oleh anggota Bank Sampah. Hasil dari penimbangan ini kemudian dijual ke pengepul, menandai keberhasilan operasional awal Bank Sampah di Desa Pungsari, Ungkapnya.

Angel tak menyangka, kegiatan yang diprakarsainya mendapat apresiasi dari warga desa, terutama ibu-ibu PKK yang merasa mendapatkan manfaat besar dari adanya Bank Sampah tersebut.

Selaku Mahasiswa KKN TIM II KKN Universitas Diponegoro, Pihaknya berharap Bank Sampah ini dapat menjadi suatu solusi dalam upaya pengurangan sampah dan Pelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Terpisah, Sumi (45) warga setempat mengatakan , dirinya sangat mengagumi ide ide kreatif dari KKN Undip, adanya Bank Sampah di Desa Pungsari dapat menambah penghasilan ibu rumah tangga di tempatnya.

“Sangat baik sekali, biasanya kalau ada sampah kita bakar atau buang, tapi dengan adanya Bank Sampah bisa kita jual atau ditabung, lumayan lah,” ucapnya.

Sementara, dari pantauan Kilas Fakta dilokasi dampak positif dari upaya pengelolaan sampah dapat dilihat dari pengunpulan sampah oleh warga setempat saat ini lebih terorganisir bisa dilihat Selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, Bank Sampah ini juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui penjualan sampah yang sudah terpilah. (Hendro)

Tinggalkan Balasan