
SRAGEN – Kilasfakta.com – Kejadian luar biasa saat ini dialami seorang laki-laki Inisial HW (36), warga Mondokan, Kabupaten Sragen yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir jasa transportasi salah satu Travel terlaris di Karanganyar.
Tanpa adanya asaz praduga tak bersalah, HW dituduh telah melakukan tindak asusila terhadap seorang anak perempuan dibawah umur, sebut saja ‘Bunga’ saat berada di dalam mobil travel dari Jakarta menuju Sragen. Tuduhan itu saat ini tengah santer diberitakan di beberapa media online.
Saat ditemui di kediamannya, HW memberikan klarifikasi mengenai segala tuduhan yang menimpanya. Dia menyatakan kaget ketika awal mendengar tuduhan isu yang menyudutkan ke dirinya.
“Saya kaget saat mendengar berita-berita yang beredar. Sedangkan saya tidak melakukan seperti tuduhan itu, saya berani bersumpah dan disumpah demi apapun,” kata HW. Sabtu (31/8/2024).
Lebih lanjut, kepada media HW menjelaskan kronologinya.
Pada Kamis (1/8/2024) lalu sekira pukul 03.00 WIB, HW sebagai driver travel menjemput ‘Bunga’ di kawasan Pinangsia Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.
Penjemputan ‘Bunga’ oleh HW karena akan diantar pulang ke Mondokan, Sragen. Dalam perjalanan, sekira jam 05.00 WIB armada travel yang bawa oleh HW mampir ke kontrakan orang tua AS driver pengganti HW di daerah Bogor.
HW mengatakan, kontrakan itu dihuni oleh orang tua AS yakni HN dan adik AS, setelah menitipkan Bunga di kontrakan kemudian HW dan AS pergi mencari ikan, mereka berdua pulang kekontrakan HN sekitar jam 07:00 WIB.
“Setelah pulang ke kontrakan, sembari istirahat saya main HP untuk cari orderan penumpang hingga sore,” ucap HW.
Hingga Kamis sore sekira pukul 16.45 WIB, kemudian HW melanjutkan perjalanan untuk penjemputan penumpang ke kawasan Cibubur. Tiba Cibubur armada menaikkan 1 orang penumpang.
“Selanjutnya menjemput 1 penumpang lagi di kawasan Karawang, kemudian balik lagi ke Cikarang untuk menjemput 2 orang penumpang yang sudah menunggu di SPBU Pertamina 34.175.15,” tambahnya
Setelah itu, dengan membawa 5 orang penumpang armada melanjutkan perjalanan ke tujuan terakhir di Sragen.
Dalam perjalanan itu, pada Jumat (2/8/2024) sekira pukul 01.00 WIB armada berhenti sejenak untuk istirahat di Rumah Makan SR rest area jalan tol KM 102.
Seusai beristirahat, sekira pukul 01.30 WIB armada kembali melanjutkan perjalanan dengan pergantian driver dari HW ke AS yang merupakan sebagai sopir pengganti.
“Saat itu saya digantikan AS, kemudian saya beristirahat di jok belakang berdampingan dengan Bunga, karena capek saya tidur kepala besandar ditas penumpang dekat pintu sebelah kiri, sedangkan Bunga berada di bagian pojok sebelah kanan bersandar dikaca mobil,” terangnya.
Lebih lanjut, kemudian AS mengemudikan armada sampai tiba di rest area KM 391A Kendal, Jawa Tengah sekira pukul 06.25 WIB. Kemudian pada pukul 06.46 WIB armada kembali melanjutkan perjalanan. Saat itu ada pergantian driver dari AS ke driver HW lagi.
“Sementara itu AS sopir pengganti kemudian menuju jok belakang untuk beristirahat tidur, setelah menurunkan 1 penumpang di kawasan Kendal pada pukul 08.44 WIB. AS Kemudian pindah ketempat yang berada didepan,” tambahnya.
Setelah itu, Mereka melanjutkan perjalanan dan menurunkan 2 penumpang di Dukuh Duwet, Desa Sumberjo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen pada pukul 09.46 WIB. Setelah itu armada kembali menurunkan 1 penumpang lagi di Dukuh Gani, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen sekira pukul 09.58 WIB.
Terakhir, 1 penumpang yakni ‘Bunga’ diantar tiba sampai depan rumahnya sekira pukul 10.05 WIB. Usai mengantarkan ‘Bunga’, kemudian armada yang dibawa oleh HW dan AS melanjutkan perjalanan ke Agen di Terminal Batujamus, Karanganyar.
“Kami tiba di lokasi Agen Batujamus sekira pukul 11.12 WIB,” papar HW.
Terpisah, salah satu penumpang perempuan inisial M yang saat itu berada satu travel bersama ‘Bunga’ mengatakan, selama di perjalanan dia tidak melihat adanya kejadian-kejadian janggal maupun mendengar suara-suara aneh.
“Kalau sepengetahuan saya nggak ada, nggak ada yang mencurigakan. Tidak ada kejadian aneh dan suara aneh mboten enten (tidak ada)!,” ucapnya saat dikonfirmasi melaui telepon, Sabtu (31/8/2024) siang.
Sementara itu, Kuasa Hukum HW, Danang Ari Wibowo, SH.,MH sangat menyayangkan pemberitaan yang tayang di beberapa media online karena dinilai dimuat secara sepihak tanpa melakukan konfirmasi kebenarannya kepada kliennya.
“Tidak hanya itu, pada isi narasi berita yang tayang juga terkesan menghakimi dan membunuh karakter klien kami, keluarga dan pekerjaannya. Klien kami diberitakan telah melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Seharusnya media memberitakan secara obyektif, para pihak dikonfirmasi satu per satu dan tidak memihak pada satu pihak,” kata Danang.
Sebagai kuasa hukum HW, dirinya juga mengungkapkan, atas adanya pelaporan kepada aparat penegak hukum (APH) saat ini oleh pihak pelapor, pihaknya akan mengikuti dan menghormati proses yang tengah bergulir di Kepolisian.
“Kami mengikuti dan menghormati proses yang sedang berlangsung di Kepolisian,” katanya.
Demi kepentingan kliennya, sambung Danang, pihaknya juga akan segera mengambil upaya hukum memperjuangkan hak kliennya.
“Kami juga akan melakukan upaya hukum, nanti akan kami sampaikan selanjutnya,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya beredar dipemberitaan media online beberapa waktu yang lalu, orangtua ‘Bunga’ melaporkan dugaan perbuatan asusila itu kepada pihak yang berwajib setelah ‘Bunga’ mengaku kepada orangtuanya bahwa dirinya mengalami tindakan asusila di mobil travel saat perjalanan dari Jakarta menuju Sragen pada Jumat, 2 Agustus 2024. (Hendro)
