PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Peristiwa pohon tumbang Yang menimpa warga Kajen, Pemkab Pekalongan secara terbuka mengakui adanya kelalaian dalam insiden pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Perumahan Korpri, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, pada Jumat (4/10/2024). Akibat insiden tersebut, lima anggota keluarga terdiri dari seorang ibu dan empat anak pun terluka.
Dalam kunjungannya di lokasi, pada Minggu (6/10/2024), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar mengatakan, bahwa pohon yang tumbang sudah dalam kondisi lapuk, dan pemerintah seharusnya sudah mengambil langkah pencegahan sebelumnya.
“Buat kami ini adalah kelalaian sebagai Pemerintah, makanya Pemerintah sekali lagi bertanggung jawab terkait dengan kejadian ini, karena ini adalah asetnya Pemerintah sampai menimbulkan kerugian pada warganya, dan segera Pemerintah melakukan langkah cepat untuk mengganti kerugian-kerugian tadi,” kata Yulian.
Beliau menambahkan, bahwa pemerintah tidak hanya menyesalkan kejadian tersebut, tetapi juga segera bertindak cepat untuk menangani dampak dari peristiwa ini.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan keselamatan korban, Mereka sudah dirujuk ke RSUD Kajen, dan hasil pemeriksaan lebih lanjut akan keluar besok (7/102024). Selain itu, kami juga akan memberikan pendampingan psikologis, trauma healing, kepada korban dan keluarganya,” imbuhnya.
Yulian juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan pada rumah yang rusak.
“Hari ini dinas teknis sudah melakukan penghitungan, dan kami menargetkan paling lambat Rabu atau Kamis perbaikan rumah sudah dimulai. Kami tidak akan menunda-nunda,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Beliau juga menyampaikan, bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi Pemkab Pekalongan, dan Pemerintah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pohon-pohon di area Hutan Kota dan kawasan publik lainnya untuk memastikan keselamatan warga.
“Kami sudah menginstruksikan dinas terkait, khususnya Dinas Perkim LH, untuk segera melakukan pengecekan seluruh Hutan Kota di Kabupaten Pekalongan. Kami tidak ingin kejadian serupa terulan, Evaluasi ini harus dilakukan dengan serius dan segera, demi keamanan dan keselamatan warga,” tuturnya.
Selain itu, Yulian juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan potensi bahaya di sekitar lingkungan mereka.
“Jika ada kekhawatiran atau potensi bahaya seperti pohon lapuk, warga harus segera melapor kepada kami. Kami akan menindak lanjuti laporan itu dengan serius. Jangan sampai ada korban lagi, kejadian ini harus menjadi yang terakhir,” pungkasnya. (FA/Kf)

