Struktur beton mengalami retak tak beraturan, permukaan beton nampak aus bahkan sebagian sudah mengelupas.

SRAGEN – Kilasfakta.com – Kondisi struktur beton mengalami retak tak beraturan, permukaan beton nampak aus bahkan sebagian sudah mengelupas sehingga material campuran beton tidak lagi terselimuti semen

Parahnya lagi secara visual terdapat campuran matrial batu plontos seukuran coral (batu pecah) yang digunakan untuk campuran beton.

Begitulah gambaran hasil pekerjaan pembangunan jalan usaha tani (JUT) Dukuh Pungkruk Desa Plosokerep Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah.

Diketahui, betonisasi JUT itu dianggarkan dua tahap menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023 oleh Pemerintah Desa Plosokerep.

Pembangunan JUT sepanjang 995 meter, lebar 3 meter dan ketebalan beton 12 cm, menelan anggaran hingga Rp. 437.481.000.

Berdasarkan informasi dari Prasasti yang terpasang, sebagai pelaksana kegiatan pembangunan dikerjakan oleh Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA) Desa Plosokerep dan Masyarakat.

Namun, muncul pengakuan dari beberapa masyarakat yang menyatakan bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan oleh Bendahara Desa bukan PKA yang ditunjuk oleh Desa.

“Pengecoran JUT waktu itu tidak dilaksanakan dengan padat karya, betonnya langsung dibeli dari Bathing Plan,” ungkap petani dilokasi setempat yang enggan disebut namanya. Minggu (3/11/2024).

Terkait kerusakan JUT ia menyatakan, jika beberapa waktu yang lalu ada beberapa orang yang terlihat mengukur dan mendokumentasikan kerusakan jalan usaha tani tersebut.

“Memang betul, ada beberapa orang yang sempat mengukur dan meninjau JUT,” bebernya.

“Mungkin Dinas PU atau Inspektorat Sragen yang kesitu, tapi ada juga yang mengatakan orang-orang tersebut dari Aparat Penegak Hukum” imbuhnya.

Senada disampaikan petani lainnya , bahwa pembangunan JUT Desa Plosokerep sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2023, saat ini kondisi kerusakan JUT masih nampak parah.

“Memang sudah rusak, ada rumor berkembang hasil pembangunan JUT tersebut sudah dipantau oleh APH,” singkatnya.

Dikutip dari laman Jaga.id dalam realisasi Dana Desa (DD) tahun 2023 Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang, Sragen mendapatkan alokasi sebesar Rp.1.243.477.000,-

Melalui musyawarah desa (Musdes) saat itu, pembangunan jalan usaha tani menjadi prioritas pemilihan kegiatan fisik. Pemerintah Desa Plosokerep menganggarkan Rp.437.481.000 untuk JUT tersebut.

(Hendro)

Tinggalkan Balasan