
SEMARANG – Kilasfakta.com – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menyelenggarakan Munajat Doa Lintas Kader Ormas Islam untuk Kota Semarang dan Indonesia yang lebih baik. Acara berlangsung di Markas Kampung Pancasila, Jalan Karang Tengah 2 No.30, Genuk, Kota Semarang, Selasa (2/8/2025) malam.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai ormas Islam, tokoh masyarakat, serta jajaran TNI dan Polri. Kehadiran mereka menambah suasana khidmat sekaligus mempertegas semangat persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ketua Umum FKSP, Kiai Achmad Robani Albar, SH. MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk ikut peduli terhadap kondisi bangsa. Ia menyinggung keresahan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, khususnya DPR, yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
“Minimal, kita berdoa agar tuntutan masyarakat bisa teratasi dan pemerintah melakukan evaluasi. Yang lebih penting, melalui doa ini kita pererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Cinta agama, cinta negara. Kami ingin menunjukkan bahwa umat Islam di Semarang bersatu menjaga NKRI agar lebih adil, makmur, dan baik lagi,” tegasnya.
Munajat tersebut berlangsung dalam suasana religius, penuh hikmah, dan sarat persaudaraan. Doa-doa dipanjatkan agar masyarakat terlindungi dari perpecahan serta semakin kokoh dalam persatuan bangsa. Para tokoh agama juga mengingatkan umat agar mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan TNI dan Polri yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut. “Doa lintas ormas Islam ini menjadi contoh sinergi antara masyarakat dengan aparat. Kami siap menjaga keamanan demi terciptanya kedamaian dan ketentraman bersama,” ujar salah satu purnawirawan TNI.
Hadir dalam acara doa bersama lintas kader ormas itu berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah (MD), Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Madlhaul Anwar (MA), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Islam Tionghoa (ITH), hingga Islam Penghayat Indonesia (IPI).
Kehadiran lintas organisasi ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan tidak menghalangi persatuan. Justru, keberagaman menjadi kekuatan untuk memperkokoh nilai kebangsaan dan menjaga harmoni sosial di Kota Semarang maupun Indonesia secara luas.
Munajat doa dipimpin secara bergantian oleh para tokoh ormas Islam, di antaranya: Kiai Achmad Robani Albar (NU), Ustadz DR. H.AM. Jumai (MD), KH. Sun Djok San (LDII), KH. Ali Mustofa (MA), H. Drs Maulana Sanusi, M.Ag. (JAI), H. Gunoto Safari, MA, S.Kom (ICMI), Kenedy Butar Butar, SH, MH (Penghayat), serta tokoh purnawirawan TNI H. Adi Imron Ismail dan purnawirawan Polri H. Maryana, SH, MA.
Suasana semakin syahdu ketika seluruh jamaah menundukkan kepala dalam lantunan doa yang dipimpin para kiai. Seluruh peserta larut dalam kekhusyukan, memohon keselamatan bangsa serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan.
Menjelang akhir acara, seluruh hadirin mengucapkan ikrar bersama untuk menjaga Kota Semarang tetap aman, damai, dan harmonis. Mereka bertekad menjadikan doa dan kebersamaan sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.
Munajat dan doa lintas kader ormas Islam ini menjadi simbol persatuan umat, bukan hanya untuk Kota Semarang, melainkan juga untuk Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.
(bl3deks412)
