PATI — Kilasfakta.com, Upaya memperkuat promosi produk unggulan daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Pati. Kali ini, Sudewo secara simbolis memberangkatkan distribusi Jeruk Pamelo Pati dari Pendopo Kabupaten, untuk disalurkan kepada para kepala daerah di seluruh Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi strategi konkret Kabupaten Pati dalam memperluas jejaring pasar komoditas pertanian sekaligus memperkenalkan potensi lokal ke tingkat yang lebih luas—dari regional hingga nasional, bahkan internasional. Jeruk Pamelo yang dikirim berasal dari Desa Bageng, Kecamatan Gembong, sentra produksi yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menegaskan bahwa setiap kepala daerah menerima lima buah jeruk pamelo lengkap dengan nomor kontak petani. Skema ini dirancang agar komunikasi dan pemesanan lanjutan dapat dilakukan secara langsung, sehingga rantai pemasaran menjadi lebih efisien.
Ia juga berharap para bupati dan wali kota dapat ikut membantu mempromosikan Jeruk Pamelo Pati kepada jajaran perangkat daerah dan masyarakat di wilayah masing-masing, sekaligus membuka ruang kolaborasi antardaerah. “Jika respons pasar baik, produksi tentu bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Keunggulan Jeruk Pamelo Pati menjadi nilai jual utama: daging buah tebal berwarna kemerahan, rasa manis tanpa sepat, kandungan air melimpah, hampir tanpa biji, serta tekstur yang lembut. Meski telah menembus pasar Jakarta, Surabaya, dan Bali, promosi langsung ke pendopo kabupaten/kota di Jawa Tengah dipilih untuk memperluas pengenalan di tingkat regional.
Tak berhenti di situ, Sudewo menyampaikan bahwa Pati juga memiliki deretan produk unggulan lain yang siap menyusul dipromosikan, mulai dari kelapa kopyor, Bandeng Juwana, Kepala Manyung, hingga durian Musangking. Ia menambahkan, Jeruk Pamelo Pati sebelumnya telah dikirim kepada Menteri Perdagangan dan mendapatkan respons positif, termasuk dukungan untuk membuka peluang ekspor.
Dengan langkah ini, Pemkab Pati optimistis produk lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. (KF)

