PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Memasuki musim penghujan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran penyakit flu. Secara khusus, ia menyoroti munculnya fenomena yang dikenal sebagai “Super Flu”, yakni varian flu yang memiliki daya tular lebih cepat.

Mengenal Apa Itu Super Flu, Puji Winarti menjelaskan bahwa istilah “Super Flu” merujuk pada infeksi virus Influenza A (H3N2) subclade K. Virus ini dikenal sangat infeksius dan menyebar melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, maupun melalui kontak jarak dekat.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan, masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap mengenali gejala klinisnya secara dini.

Beberapa gejala utama yang perlu diwaspadai antara lain:

Demam tinggi yang muncul secara mendadak. Batuk disertai sesak napas. Nyeri otot yang hebat dan tubuh terasa lemas ekstrem.

Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi jika terpapar virus ini, di antaranya:

Ibu hamil, Anak-anak di bawah usia 6 tahun, Lansia dan Penderita penyakit kronis (komorbid).

Pekalongan
Gambar Tips Pencegahan dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan

Sebagai langkah antisipasi, Puji Winarti mensosialisasikan protokol pencegahan yang disingkat menjadi M-A-S-K-E-R:

M : Makan makanan bergizi seimbang untuk menjaga imunitas.

A : Atur waktu istirahat secara cukup.

S : Selalu rutin mencuci tangan dengan sabun.

K : Kenakan masker, terutama saat sedang merasa kurang sehat.

E : Etika batuk dan bersin diterapkan dengan menutup mulut menggunakan siku terlipat.

R : Rutin melakukan vaksinasi influenza sebagai perlindungan tambahan.

Di akhir keterangannya, Kepala Dinkes berpesan agar warga yang mengalami gejala-gejala tersebut tidak menunda untuk mencari bantuan medis.

“Jika masyarakat Kota Pekalongan merasakan gejala yang mengarah pada Super Flu, segera periksakan diri ke dokter atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) seperti Puskesmas terdekat. Kami meminta warga tetap waspada, namun jangan panik”, pungkas Puji Winarti. (Kf)