Muslihan, S.Pd.I, M.Pd, Ketua Komisi B DPRD Kab. Pati,Muslihan, S.Pd.I, M.Pd, Ketua Komisi B DPRD Kab. Pati,

PATI – Kilasfakta.com, DPRD Kabupaten Pati mendorong Dinas Pertanian (Dispertan) segera membentuk asosiasi petani milenial sebagai upaya memperkuat regenerasi di sektor pertanian. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda lebih terorganisir dan memiliki wadah untuk berkembang.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dispertan terkait rencana pembentukan asosiasi tersebut. Namun hingga saat ini, struktur organisasi petani milenial belum terbentuk secara resmi.

“Secara kelompok memang sudah ada sosialisasi, tetapi secara struktural petani milenial ini belum terbentuk seperti kelompok tani pada umumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Pati memiliki sekitar 2.000 kelompok tani yang telah terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, petani milenial diharapkan juga memiliki wadah serupa agar lebih terarah.

Muslihan menilai pembentukan asosiasi ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga sebagai sarana memperkuat komunikasi antara petani dan pemerintah. Dengan adanya organisasi yang jelas, program pemerintah dapat lebih mudah disosialisasikan.

“Pembentukan asosiasi ini untuk mempermudah sosialisasi dan juga menampung keluh kesah petani,” jelasnya.

Selain petani milenial, DPRD Kabupaten Pati juga mendorong pembentukan asosiasi untuk petani komoditas tertentu, seperti singkong. Hal ini bertujuan agar pengelolaan komoditas dapat lebih terkoordinasi, termasuk dalam hal stabilitas harga.

“Harapannya, dengan adanya asosiasi, komoditas dan harga bisa lebih seimbang sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

DPRD Kabupaten Pati berharap langkah ini segera direalisasikan agar sektor pertanian di Pati semakin berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. (Adv)