PATI – Kilasfakta.com, SMPN 1 Jaken, Kabupaten Pati, resmi menerapkan aplikasi SEPAKAT (Sistem Pemantauan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) sebagai inovasi dalam memantau perkembangan karakter dan kebiasaan peserta didik secara digital, sistematis, dan berkelanjutan.
Program ini mulai diimplementasikan pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026 di lingkungan SMPN 1 Jaken yang berlokasi di Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Penerapan aplikasi SEPAKAT dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah untuk memiliki sistem pemantauan yang lebih efektif dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan.
Kepala SMPN 1 Jaken, Slamet Suladi, S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa aplikasi SEPAKAT dirancang untuk membantu guru dalam memantau perkembangan siswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek karakter. Kami ingin memastikan bahwa peserta didik berkembang secara utuh, baik pengetahuan maupun sikap. Melalui aplikasi ini, pemantauan menjadi lebih terukur, transparan, dan berkesinambungan.
Kehadiran aplikasi ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja. Sebelumnya kami mencatat secara manual, sehingga sering kali data tercecer atau sulit direkap. Dengan SEPAKAT, semua tersimpan rapi dan bisa langsung dianalisis ungkapnya.
Aplikasi SEPAKAT memuat tujuh kebiasaan utama yang menjadi indikator penilaian, yaitu disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, kerja sama, kemandirian, dan semangat belajar. Setiap guru memiliki peran untuk melakukan pencatatan secara berkala berdasarkan pengamatan di dalam maupun di luar kelas. Data tersebut kemudian diolah menjadi laporan perkembangan siswa yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Dalam pelaksanaannya, seluruh guru di SMPN 1 Jaken terlibat aktif sebagai pengguna aplikasi. Wali kelas berperan sebagai koordinator yang memantau perkembangan masing-masing siswa di kelasnya. Selain itu, pihak sekolah juga merencanakan keterlibatan orang tua melalui akses terbatas, sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan kebiasaan anak secara real-time.
Penerapan aplikasi ini juga mendukung program penguatan Profil Pelajar Pancasila. Nilai-nilai yang dipantau dalam SEPAKAT sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, mandiri, dan berakhlak mulia.
Dari sisi teknis, aplikasi SEPAKAT dapat diakses melalui perangkat komputer maupun ponsel pintar, sehingga memudahkan guru dalam melakukan input data kapan saja. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur rekapitulasi otomatis yang memudahkan analisis perkembangan siswa secara individu maupun klasikal.
Sementara itu, beberapa siswa juga merespons positif penerapan program ini. Mereka menjadi lebih termotivasi untuk menunjukkan perilaku positif karena merasa diperhatikan secara menyeluruh. Kami jadi lebih disiplin dan semangat, karena setiap kebiasaan baik yang dilakukan dicatat oleh guru, ungkap Rahmat Adiwinata salah satu siswa.
Dengan penerapan aplikasi SEPAKAT, SMPN 1 Jaken berharap dapat menciptakan budaya sekolah yang lebih positif dan kondusif. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Kedepan, pihak sekolah berencana melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan aplikasi ini serta mengembangkan fitur tambahan sesuai kebutuhan.
SMPN 1 Jaken optimistis bahwa inovasi ini dapat menjadi model praktik baik bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan karakter di era digital. (Red)

