PATI – Kilasfakta.com, – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin berharap, kegiatan sedekah bumi atau bersih desa yang diselenggarakan oleh mayoritas desa di Pati, mampu menumpuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal yang merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Ali menjelaskan, dalam setiap pelaksanaan sedekah bumi, biasanya ditampilkan pegelaran kesenian, semisal wayang kulit, ketoprak, barongan, dan lain sebagainya.
Momentum ini, lanjut Ali, bisa menjadi sarana bagi generasi muda untuk ikut melestarikan budaya bangsa. “Ini sngat penting, agar budaya milik bangsa ini tidak tergerus oleh arus globalisasi yang saat ini semakin maju dan berkembang,” bebrnya.
Menurut Ali, generasi muda saat ini dinilai mulai melupakan budaya Jawa akibat derasnya arus globalisasi, dominasi teknologi, dan kurangnya minat mempelajari tradisi. Hal ini sangat berpotensi dapat menghilangkan jati diri budaya bagi para generasi muda.
Fenomena ini, lanjut Ali, terlihat dari menurunnya penggunaan bahasa Jawa, menguatnya gaya hidup modern, serta minimnya keterlibatan anak muda dalam kesenian tradisional, sehingga diperlukan inovasi dalam melestarikan tradisi agar tetap menarik.
Sebagaimana diketahui, saat ini di Kabupaten Pati, acara sedekah bumi atau bersih desa sedang digelar di hampir setiap desa. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi secara turun menurun ini, melibatkan hampir seluruh komponen masyarakat, termasuk para generasi muda, sekaligus menjadi ajang hiburan bagi masyarakat.
Kegiatan bersih desa ini, merupakan sarana untuk meluapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas keberkahan hasil pertanian atau hasil bumi yang selama ini dapat dinikmati masyarakat. (Adv)

