Bupati Jepara Witiarso Utomo, saat pelatihan petugas pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026,di Hotel D’Season Premier BandenganBupati Jepara Witiarso Utomo, saat pelatihan petugas pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026,di Hotel D’Season Premier Bandengan

JEPARA – Kilasfakta.com, – Masyarakat Jepara diminta untuk turut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas. Hal itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, pada pelatihan petugas pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026,di Hotel D’Season Premier Bandengan, kemarin.

Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. “Partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026, sebagai langkah besar menghadirkan data ekonomi yang berkualitas, memperkuat perencanaan pembangunan, dan mendorong terwujudnya Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius,” harap bupati.

Disampaikan, perkembangan teknologi telah mengubah struktur ekonomi secara signifikan. Banyak aktivitas usaha yang sebelumnya mudah terlihat secara fisik, kini berkembang melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

“Karena itu, pemerintah membutuhkan data yang lebih lengkap, lebih akurat, dan lebih mutakhir agar tidak ada potensi ekonomi masyarakat yang luput dari pencatatan,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan, data ekonomi yang berkualitas sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Jepara, dalam merumuskan arah pembangunan yang tepat sasaran. Ia menyebut, perekonomian Jepara terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,41 persen pada 2025.

Selain itu, lanjutnya, Jepara memiliki berbagai sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari industri mebel dan ukir yang telah mendunia, UMKM yang terus berkembang, sektor perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga perikanan dan kelautan.

“Potensi besar tersebut memerlukan dukungan data yang akurat, agar arah pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Kepada para peserta pelatihan, bupati berpesan, agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan forum diskusi, untuk memperdalam pemahaman terhadap berbagai kondisi yang mungkin ditemui di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas pendataan.

“Data yang Saudara kumpulkan harus benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai ada data yang terlewat, tidak akurat, atau tidak sesuai fakta lapangan. Setiap angka yang dicatat akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah pada masa mendatang,” pesannya.

Senada, Bupati Rembang Harno juga menekankan, selain penguasaan materi, petugas juga diminta menjaga profesionalisme, objektivitas, dan etika saat berinteraksi dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Laksanakan pendataan dengan jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,” tegasnya, saat membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026, di Hotel Aston Rembang, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, ketidakakuratan data dapat berdampak panjang terhadap berbagai kebijakan pembangunan, termasuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh petugas diharapkan dapat bekerja maksimal selama proses sensus berlangsung.

Di Kabupaten Kendal, sebanyak 949 petugas Sensus Ekonomi 2026 siap mendata berbagai aktivitas usaha dan ekonomi, di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menekankan pentingnya peran petugas sensus, sebagai ujung tombak penyediaan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipercaya, untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kendal yang semakin maju dan berdaya saing.

“Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk mewujudkan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan berkualitas demi ekonomi yang kuat, Kendal yang hebat, dan Indonesia yang semakin maju,” tutur bupati, pada pembukaan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Kendal gelombang I, di MG Setos Hotel Semarang, Rabu (3/6/2026).

Penulis: MB