PATI – Kilasfakta.com, Sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan di Alun-alun Kembangjoyo yang berada di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan/Kabupaten Pati mengeluh. Pasalnya, selama ini, lokasi tersebut sepi dengan pengunjung. Apalagi saat ini sering turun hujan, suasana semakin sepi.
Sebenarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sudah berupaya agar dapat menarik minat konsumen. namun, pada kenyataannya upaya tersebut belum berhasil. Alun-alun yang ditempati PKL dari alun-alun simpang lima itu tetap sepi pengunjung.
Terkait dengan hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati H. Sukarno mengaku kasihan dengan nasib para pedagang kaki lima di sana. Bahkan anggota legislatif yang duduk di Komisi B ini menilai, pemilihan Kelurahan Kalidoro menjadi pusat kuliner kurang tepat. Sebab posisinya yang berada di pinggiran kota. “Yang saya kritisi itu penegakannya. Seperti PKL yang tidak ditempatkan di tempat yang selayaknya,” keluhnya.
Kader Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap, para PKL bisa kembali mencari nafkah di Alun-alun Simpang Lima Pati seperti sediakala sebelum direlokasi ke alun-alun Kembangjoyo. “Mereka ini butuh penghidupan untuk keluarganya. Jadi perlu tempat yang lebih menjanjikan dalam upaya mencari nafkah,” ujarnya kepada Kilasfakta.com.
Sukarno juga menyadari, saat ini sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur PKL, sehingga Anggota Sukarno ini pun meminta agar mereka menaati peraturan untuk tidak berjualan di Alun-alun Simpang Lima. “Padahal kan itu tempat orang untuk mencari nafkah. Tetapi kan memang secara aturan tidak boleh,” sambungnya.
Lebih jauh, wakil rakyat dari wilayah Kecamatan Wedarijaksa ini mendorong, agar Pemkab Pati mau melihat dan merespon nasib PKL di sana. “Masyarakat itu seringnya datang ke tempat yang ramai, sehingga, PKL juga ingin dapat menjalani usahanya di tempat yang lebih ramai, agar bisa laku dan mendapatkan rejeki,” pungkasnya. (Adv)

