* Oleh : Siswati, Prodi : PIAUD
Program : KKN MDR 2020 IPMAFA Pati
Kelompok : BRAMANTY IPMAFA PATI

Akhir-akhir ini kita seringkali disuguhi oleh tayangan di media sosial tentang sikap saling saling hasut menghasut dan saling ujar kebencian antara satu kelompok dengan mengatasnamakan gerakan tertentu. Munculnya kelompok - kelompok ekstrim yang kian hari semakin tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah merupakan suatu kegelisahan bagi bangsa kita. Ditengah hiruk pikuk kegelisahan ini akhirnya Bapak Lukman Hakim menyerukan pentingnya melakukan gerakan moderasi beragama. Moderasi beragama dalam arti sempit adalah sebuah sikap menghindari ekstrimisme dalam beragama, dalam artian tidak berlebih - lebihan dalam menjalankan dan mencintai agama yang kita anut, sehingga tidak menimbulkan perpecahan antar umat beragama. Seperti yang pernah dikatakan Rasulullah bahwa kita dilarang untuk berlebih-lebihan dalam segala hal, baik berlebihan dalam membenci maupun berlebihan dalam mencintai sesuatu.

Di dalam agama Islam sikap berlebih-lebihan adalah sikap yang dibenci Allah,maka Allah menyuruh kita semua umat manusia untuk bersikap tengah-tengah atau seimbang. Moderasi beragama tidak hanya dikembangkan dalam pola keberagaman saja, tetapi dalam cara berpikir untuk bertindak dan mengambil keputusan, dalam bermoderasi di dalam agama adalah merupakan anjuran dan kewajiban bagi setiap umat.

Salah satu sifat tercela yang dilarang oleh syari’at yaitu sikap yang berlebih-lebihan. Sikap berlebih-lebihan adalah suatu perbuatan yang melampaui batas yang dilakukan oleh manusia. Jika sikap ini dibiarkan sejak kecil tanpa arahan dan pendidikan maka sikap itu akan berkembang dalam bentuk apapun, dan yang akan lebih berbahaya adalah mengarahnya ke sikap ekstrim dalam beragama, menganggap dirinya paling benar, tidak punya toleransi, selalu ingin menang sendiri, menganggap dirinya paling suci diantara yang lain.
Keterlibatan orang tua tentunya sangat penting dalam mendidik anak untuk menghasilkan generasi yang baik, tentunya dimulai mendidik anak sejak usia dini dengan menanamkan pembiasaan yang baik dan sikap moderat terhadap setiap hal dan tidak membiasakan memaksakan kehendak anak. Sehingga dengan pembiasaan itu akan menjadikan anak untuk terbiasa melakukan sikap yang rendah hati dan kasih sayang antara sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama, ras, suku dan budaya.

Untuk menghasilkan anak-anak menjadi generasi yang baik dalam penerus bangsa tentunya orang tua harus memahami pola asuh yang akan diterapkan terhadap anaknya. Menurut Baumrind pola asuh yang baik adalah pola asuh demokratis, karena pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua pada anak sejak dini akan berdampak pada sikap anak di usia dewasa nanti, yaitu mampu bersikap moderat atau tengah-tengah dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Menurut Baumrind pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua yang demokratis memandang antaraa kewajiban dan hak pada orang tua dan anak adalah sama. Adapun ciri-ciri orang tua yang demokratis adalah sebagai berikut:
Orang tua bersikap realistis terhadap kemampuan anak.
Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan.
Bersikap responsi terhadap kemampuan anak. Mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan.
Menghargai setiap keberhasilan yang diperoleh dari anak.
Dengan pola asuh demokratis yang orang tua terapkan kepada anak memungkinkan anak dan orang tua berekspresi terkait keadaan sekelilingnya, sehingga komunikasi antara anak dan orang tua menjadi lebih efektif. Jadi jika orang tua mampu menerapkan pola asuh demokratis kepada anak sejak dini insyaallah anak-anak akan mempunyai pola pikir yang fleksibel, mereka akan mudah menerima perbedaan, akan mudah menjalin kerjasama antar siapapun dan, mempunyai semangat toleransi yang tinggi, sehingga tercipta bangsa Indonesia yang rukun damai dengan berpedoman pada moderasi beragama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *