PATI – Kilasfakta.com, Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak. Sampai hari ini, sesuai dengan data yang ada, setidaknya ada 75 desa termasuk area persawahan yang tergenang air banjir. Dan untuk tahun ini merupakan tahun kesepuluh, dimana secara berturut-turut Pati Bumi Mina Tani ini dilanda musibah banjir.
Menaggapi kondisi banjir yang terjadi tahun ini, Anggota DPRD Kabupaten Pati Ir. H Sukarno menyoroti keberadaan kapal-kapal yang masih parkir di sungai Juwana. Sukarno menilai, keberadaan kapal-kapal yang berlabuh serta memenuhi lebar sungai dengan jumlah berlapis-lapis bisa berpotensi menghambat aliran air sungai, sehingga turut menyebabkan terjadinya banjir.
“Kita kan bisa melihat kondisi kapal yang parkir di sana. Penuh, memenuhi lebar sungai, dan tidak hanya satu dua lapis, tetapi berlapis-lapis. Kondisi ini tentunya bisa memblocking aliran air sungai,” beber Sukarno.
Oleh karena itu, Kader Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap, para pemilik dan pengelola kapal-kapal yang ada di sungai Juwana, agar dapat memposisikan kapalnya dengan melakukan parkir di salah satu sisi sungai. “Harapan kami, Pemkab segera melakukan penataan parkir kapal di sungai Juwana agar tidak membendung aliran air. Kalau air sungai semakin lancar, maka air hujan atau air dari atas bisa lebih cepat mengalir ke laut,” lanjutnya.
Selain itu, politisi dari Dapil III ini juga mendorong Pemerintah untuk melanjutkan rencana pembangunan kolam tambat seluas 15 hektare, yang sampai saat ini rencana pembangunan tersebut belum selesai. Langkah sementara untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan memperbaiki penataan parkir kapal, agar kapal-kapal di Sungai Juwana tak lagi menjadi blocking aliran air. (Adv)

