Views: 12
0 0
Bantuan Paket Sembako Dampak Covid-19 di Tanjung Mas Belum Tepat Sasaran
Categories: pemerintah

Bantuan Paket Sembako Dampak Covid-19 di Tanjung Mas Belum Tepat Sasaran

Read Time:2 Minute, 29 Second

Semarang – Kilasfakta.com, Pembagian paket sembako Kota Semarang yang dimulai tanggal 12 – 18 April 2020 lalu ternyata tidak semulus yang dilihat dipermukaan. Banyak terjadi kesemrawutan terkait database warga penerima paket sembako, Dan memanas di akar rumput.

Di beberapa RT dan RW di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara yang berhasil ditemui wartawan menyebutkan, bahwa sebagai perangkat paling rendah dalam pemerintahan, pihak RT maupun RW kurang begitu paham terkait semrawutnya realisasi penerima paket sembako yang dibagikan oleh pemerintah Kota semarang.
Karena dari paket sembako (pasem) sebanyak 5.773 pasem yang diterimakan di Kelurahan Tanjung Mas.

Data muncul banyak yang ganda, Ada juga yang harusnya tidak berhak menerima masih muncul namanya.
“Ya itu mas. Banyak yang muncul double nama. Trus ada nama yang sudah meninggal juga muncul. Nama yang PKH masih muncul juga. Lalu ada yang penerima pensiunan. “Kan penerima pensiun itu tidak mungkin kena PHK karena tiap bulan masih terima,” jelas Muslikan tukang tembel ban warga Rw 10 Tanjung Mas
Karena kebingungan beberapa perangkat setingkat RT dan RW, akhirnya muncul beberapa alternatif pilihan modifikasi bantuan dari perangkat tersebut. Yaitu dengan membagi 2 paket sembako yang diterima. Yang harusnya 84 pasem, bisa menjadi 168 paket dan bisa mengurangi dampak memanasnya di warga.

“Kendala yang kami alami, data yang diajukan tidak sesuai dengan harapan. Sebab, kita sebagai perangkat RW tidak ada pengajuan data kok sudah muncul nama. Sedangkan nama – nama warga yang kita ajukan malah tidak ada. Pengajuan kita sebanyak 304, namun yang terealisasi hanya 80,” jelas Parman, Ketua RW 12 Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara saat di temui wartawan di Kelurahan.

Disampaikan pula oleh Parman, bahwa untuk mengatasi kebingungannya, maka muncul inisiatif untuk dibagi dua dalam pembagiannya kepada warganya, karena jumlahnya yang minim.
Dan kejadian yang berbeda terjadi di RW 13 malah mendapat lebih besar realisasinya. Sebab, pihak RW hanya mengajukan 400, yang terealisasi malah 600 pasem, sebab banyak nama ganda yang muncul. Sedang di tempat lain, jumlah warga hanya 40, namun yang terealisasi malah 90.

“Ya akhirnya kita bagi 2 mas mas. Paket sembako itu. Ya mungkin itu tidak sesuai juklaknya. La tapi bagaimana lagi. Dari pada warga saya makin memanas? La itu di RW sebelah malah ada kelebihan paket. Dari 400 pengajuan yang terealisasi malah 600. Ternyata muncul nama double,” ungkap Parman.
Data yang diperoleh, untuk Kelurahan Tanjung Mas sendiri, dari total 5.773 pasem, data yang diusulkan adalah sebanyak 3.525 dan data yang dari pemkot melalui Dinas Sosial adalah sebanyak 1.628. Dari perikanan sebnayak 491 dan dari Disnakertrasn Kota Semarang sebanyak 296.

Sementara secara keseluruhan, di Kecamatan Semarang Utara dari 13.741 paket sembako yang diterima masing – masing kelurahan, paket sembako paling banyak Kelurahan Tanjung Mas dengan 16 RW sebanyak 5.773 pasem dan paling sedikit di Kelurahan Panggung Lor dengan 103 pasem.

Secara detail, yang dibagikan ke tiap – tiap kelurahan adalah sebanyak 872 di Kelurahan Bulu Lor, Plamongan 786, Panggung Kidul 721, Panggung Lor 103, Kuningan 1.440, Purwosari 525, Dadapsari 622, Bandarharjo 2.899 dan Kelurahan Tanjung Mas sebanyak 5.773.

(Bledeks)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
kilasfakta

Recent Posts

Jumat Berkah Bagi-Bagi Nasi Sewelas Coffee

PATI - Kilasfakta.com, Pati (03/12/2021) - Sewelas Coffee terus mendulang pahala dan keberkahan dengan menggelar…

03/12/2021

Angka Covid-19 Menurun, Bupati Minta HIPMI Dukung Pemulihan Ekonomi Lokal

PATI - Kilasfakta.com, Kasus Covid-19 di Pati menunjukkan tren penurunan sejak beberapa bulan terakhir. Data…

03/12/2021

Dukung Vaksinasi, Wakil Ketua II DPRD Pati Minta Warga Tidak Takut Divaksin

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hardi meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Pengurus PWI Kabupaten Pati Masa Bakti 2021-2024 Dilantik

PATI - Kilasfakta.com, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati Masa bakti 2021-2024 dilantik dan…

30/11/2021

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hari meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Belum Selesai, DPRD Pati Perpanjang Pembahasan Tiga Raperda

PATI – Kilasfakta.com, Gabungan komisi di DPRD Kabupaten Pati akhirnya sepakat menambah waktu untuk membahasa…

30/11/2021