SRAGEN – Kilasfakta.com – Sungguh memprihatinkan kondisi jalan beton hasil pembangunan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi wilayah. (PISEW) Desa Jatibatur Kecamatan, Gemolong, Kabupaten Sragen.

Pasalnya, dilokasi terdapat puluhan segmen beton timbul keretakan yang tak beraturan, kondisi jalan tersebut seakan-akan hancur seperti infrastruktur jalan yang serasa dibangun puluhan tahun yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Aktivis Solo raya Anggit Sugesti kepada media sesaat setelah melihat kondisi jalan tersebut, Sabtu (3/8/2024) Siang.

Anggit menyampaikan, dirinya merasa prihatin saat melihat langsung kondisi beton dilokasi, dirinya tidak menyangka kondisi beton rusak separah itu.

“Sejelek apapun mutu beton jalan penghubung Desa. Dalam kurun waktu satu tahun jika terjadi kerusakan seharusnya tidak separah seperti yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anggit juga mempertanyakan keseriusan dari penyelenggara swakelola yang ditunjuk oleh Desa Jatibatur untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS) dalam realaisasi pembangunan program PISEW tersebut.

“Kalau hasilnya seperti itu, Ada apa dengan pisew Jatibatur, Padahal proyek diawasi Kementrian langsung melalui tenaga fasilitator yang ditunjuk,” ungkapnya.

Anggit juga menyayangkan, tidak adanya upaya perbaikan dari pihak pemerintah Desa Jatibatur sebagai penerima program Pisew tahun 2023 itu.

“Tidak ada bekas perbaikan kerusakan jalan beton dari penyelenggara swakelola Pisew Desa Jatibatur, terkesan dibiarkan,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, di tahun 2023, program PISEW digelontorkan Pemerintah Melalui Kementrian PUPR program itu menyasar 1.340 kecamatan di 218 kabupaten di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp670 miliar termasuk Desa Jatibatur Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. (Tim/Hendro)

Tinggalkan Balasan