SRAGEN – Kilasfakta.com –  Keberhasilan Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023/2024 melaksanakan program pelatihan Pembuatan Suplemen Urea Molasses Multinutrient Block” di Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, (3/8/2024).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024 berhasil menciptakan solusi inovatif yang disebut Urea Molasses. Multinutrient Block (UMMB) yang bisa digunakan untuk tambahan suplemen atau aditif untuk ternak ruminansia.

Pembuatan Suplemen Urea Molasses Multinutrient Block tersebut dilakukan bersama warga masyarkat Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen (3/8/2024). UMMB hasil inovasi Mahasiswa KKN Undip itu merupakan pakan tambahan (suplemen) untuk ternak ruminansi yang berbentuk padat dan kaya akan zat-zat makanan.

Dalam proses pembuatan UMMB dilakukan dengan mencampurkan beberapa bahan baku seperti urea, molases atau dedak, garam, semen putih, dan mineral dalam perbandingan tertentu. Campuran ini kemudian dicetak menjadi blok-blok padat menggunakan pipa melubangi tengahnya untuk digantungkan.

“UMMB yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, jadi sangat bermanfaat bagi hewan ternak,” ujar Najwa selaku penanggung jawab program, Sabtu (17/8/2024).

Menurutnya, inovasi UMMB tidak hanya memberikan manfaat bagi peternak dari segi peningkatan kualitas ternak, UMMB dapat meningkatkan nafsu makan ternak, memperbaiki kualitas daging dan susu, serta meningkatkan daya tahan tubuh ternak, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat

“Selain memberikan manfaat dari segi peningkatan kualitas ternak, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian para peternak karena harganya yang murah dan terjangkau,” tambah Najwa.

Sementara, Parjan (46) salah satu pemilik ternak desa Pungsari mengapresiasi inovasi UMMB oleh mahasiswa KKN Undip tersebut, ia mengatakan bersedia untuk diberikan pelatihan lanjutan untuk pembuatannya.

“Kami berterima kasih atas pelatihan pembuatan suplemen ini, semoga bisa membuat ternak kami sehat dan gemuk, ,” ungkapnya

Parjan menambahkan, Di desa Pungsari masih banyak domba maupun sapi yang kurus akibat susah makan.

“Setelah diberikan UMMB, nafsu makan ternak mereka bertambah,” terangnya.

Pihaknya mengakui keberhasilan program pelatihan pembuatan UMMB ini membuktikan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh peternak di desa-desa lain,” pungkasnya. (Hendro)

Tinggalkan Balasan