Views: 61
0 0
Buruh PT Pantjatunggal Knitting Mill Semarang Tuntut THR 100 Persen
Categories: ekonomi

Buruh PT Pantjatunggal Knitting Mill Semarang Tuntut THR 100 Persen

Read Time:2 Minute, 2 Second

Semarang – Kilasfakta.com, Ratusan Buruh/Pekerja PT. Pantjatunggal Knitting Mill, yang beralamat di Jl. Mpu Tantular, Kota Semarang berunjuk rasa di depan perusahaan menuntut pemenuhan hak THR sebesar 100 persen dari yang biasa diterima selama ini. Sebab isu yang beredar di kalangan para buruh, perusahaan akan memberikan THR tahun ini hanya sebesar 40 persen dari biasanya.

Padahal menurut para buruh yang berhasil ditemui wartawan di lokasi aksi unjuk rasa di depan PT. Pantjatunggal Knitting Mill, bahwa sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003, THR diberikan kepada buruh minimal adalah sebesar 1 X Gaji.
“Gaji kita saja hanya sebesar UMK mas. Kalau kondisi seperti ini, kita hanya dikasih 40% berat mas,” kata salah satu buruh yang tidak mau disebut namanya, di lokasi unjuk rasa di depan perusahaan Senin, 4/5/2020.

Menurut Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Nasional PT. Pantja tunggal Knitting Mill (PUK SPN PTKM) Agus Subeki menyebutkan, bahwa sebenarnya hal itu tidak akan terjadi jika pihak HRD perusahaan tidak mengedepankan egoismenya. Sebab semua bisa dibicarakan secara kekeluargaan antara pihak dan serikat buruh/pekerja duduk bareng atau dengan sistem bipartite.

“Namun bipartite belum selesai, malah HRD perusahaan mengeluarkan pengumuman meliburkan semua pekerjanya dengan alasan dampak Covid19 mulai hari ini 4 Mei. Yang ditanda tangani oleh Pak Supriyadi Trisno Saputro, yang menjabat sebagai HRD. Kan aneh mas. Padahal ijin dari dinas kesehatan agar perusahaan tetap produksi sudah ada lo,” jelas Agus Subeki saat ditemui wartawan di tempat terpisah.

Dijelaskan pula lebih lanjut oleh Agus, bahwa perusahaan dalam menjalankan produksi 2 bulan terakhir, setiap harinya terlihat lancar, bahkan selalu lembur-lembur 2-3 jam untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai pesanan. Tapi secara mengejutkan malah mengeluarkan pengumuman menutup sementara perusahaan karena alasan wabah Covid-19.
“Ini sebenarnya bukan mogok kerja mas. Tapi pihak perusahaan melarang teman-teman anggota untuk masuk tanpa konpensasi atau kesepakatan yang jelas. Maka terjadi seperti ini. Hingga pihak Disnakertrans Kota Semarang hadir di perusahaan untuk Tripartite dihadiri pula pihak kepolisian dari Polsek Semarang Utara,” tandas Agus menyesalkan kejadian ini.

Sementara itu, pihak HRD perusahaan yang akan dimintai keterangan oleh awak media sudah tidak ada di tempat. Oleh pihak Security/Satpam perusahaan PT. Pantjatunggal Knitting Mill disampaikan bahwa, pihak HRD dan staff lainnya sudah meninggalkan perusahaan sejak jam 11.30 siang.
“Supriyadi dan staff lainnya sudah pulang sejak jam 11.30 an tadi mas. Jadi di dalam sudah sepi tidak ada orang,” ungkap Satpam Perusahaan yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media.

( PurBledek’S )

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
kilasfakta

Recent Posts

Jumat Berkah Bagi-Bagi Nasi Sewelas Coffee

PATI - Kilasfakta.com, Pati (03/12/2021) - Sewelas Coffee terus mendulang pahala dan keberkahan dengan menggelar…

03/12/2021

Angka Covid-19 Menurun, Bupati Minta HIPMI Dukung Pemulihan Ekonomi Lokal

PATI - Kilasfakta.com, Kasus Covid-19 di Pati menunjukkan tren penurunan sejak beberapa bulan terakhir. Data…

03/12/2021

Dukung Vaksinasi, Wakil Ketua II DPRD Pati Minta Warga Tidak Takut Divaksin

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hardi meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Pengurus PWI Kabupaten Pati Masa Bakti 2021-2024 Dilantik

PATI - Kilasfakta.com, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati Masa bakti 2021-2024 dilantik dan…

30/11/2021

PATI – Kilasfakta.com, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Hari meminta warga untuk tidak takut…

30/11/2021

Belum Selesai, DPRD Pati Perpanjang Pembahasan Tiga Raperda

PATI – Kilasfakta.com, Gabungan komisi di DPRD Kabupaten Pati akhirnya sepakat menambah waktu untuk membahasa…

30/11/2021