PATI – Kilasfakta.com, Pemerintah Kabupaten Pati Jumat (11/2) kemarin mengumumkan surat edaran nomor: 440/426 yang berisi penghentian sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan, mulai Senin (14/2) sampai dengan kondisi dinyatakan aman. Hal itu akibat ditemukan peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 dari kalangan siswa, guru dan juga masyarakat. Bahkan pemakaman menggunakan protocol kesehatan juga telah terjadi. Kondisi ini menunjukkan, covid-19 masih belum selesai.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo meminta kepada para kepala desa (Kades) agar mengaktifkan kembali Satgas Jogo Tonggo di desa masing-masing, dan mengajak warganya untuk mematuhi protocol kesehatan. Hal ini, lanjut Bambang, sebagai langkah antisipasi merebaknya kasus covid-19 seperti yang pernah terjadi. “Kita antisipasi sedini mungkin, agar tidak ada warga yang terpapar covid-19 dengan mematuhi protocol kesehatan,” ujar Bambang kepada kepada Kilasfakta.com, pagi tadi.

Menurut Bambang, Pemerintah Desa, dalam hal ini adalah kepala desa, perangkat desa dan juga semua lembaga desa agar tetap mematuhi protocol kesehatan (prokes). Sosialisasi terkait dengan prokes, perlu diaktifkan kembali. “Selama ini, kondisi sudah nampak baik, kasus melandai, namun masyarakat banyak yang abai mematuhi prokes. Memakai masker sudah jarang dilakukan, bahkan aktivitas masyarakat juga sudah mulai semakin meningkat,” lanjut bambang.

Politisi dari Fraksi PKB ini mengingatkan, bahwa saat ini virus corona masih mengancam, bahkan dengan varian baru yang dikenal dengan omicron. Bambang juga mengapresiasi kesadaran warga yang sudah mendukung program vaksinasi. Namun, lanjut dia, protocol kesehatan harus tetap dijalankan, sebagai langkah ikhtiar dalam menanggulangi merebaknya kasus corona, utamanya di wilayah Kabupaten Pati.

“Salah satu langkah yang harus dilakukan dan perlu mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat, adalah menyadarkan warga agar selalu patuh pada protocol kesehatan. Kita akan lebih baik mencegah terjadinya penyebaran kasus covid-19 dengan selalu mematuhi prokes, dari pada harus terkonfirmasi covid-19. Oleh karena itu, mari kita disiplinkan diri untuk selalu patuh pada protocol kesehatan. Jaga kesehatan diri dan keluarga, serta orang-orang terdekat kita dengan mematuhi protocol kesehatan,” pungkasnya.

Pewarta : Purwoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *