Oplus_131072

 

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Festival Balon Udara Tambat Pekalongan 2026 resmi digelar di Lapangan Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan. Sejak pagi, ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan puluhan balon warna-warni yang diterbangkan secara aman dengan sistem tambat.

Panitia babak penyisihan wilayah Pekalongan Selatan Fajar Dewa menjelaskan babak penyisihan berlangsung dua hari, 23–24 Maret 2026, tersebar di empat kecamatan di Kota Pekalongan, yakni timur, barat, utara, dan selatan.

“Totalnya ada 80 peserta dibagi dalam empat grup, masing-masing sekitar 20 peserta di setiap kecamatan,” ujar Fajar, Senin (23/3/2026).

Kota Pekalongan

Dari setiap grup, 10 peserta terbaik akan melaju ke babak final yang digelar pada 28 Maret di Stadion Hoegeng. Penilaian dilakukan berdasarkan dua kriteria utama, yakni aspek artistik balon dan performa tim.

“Aspek artistik meliputi bentuk, tingkat kerumitan, motif hingga warna balon dengan bobot penilaian sebesar 70%. Sedangkan performance sebesar 30% mencakup kebersihan, ramah lingkungan, serta kekompakan tim,” jelas Fajar.

Festival dengan tema “Jaga Tradisi, Jaga Langit, dan Jaga Kota” ini bertujuan melestarikan tradisi menerbangkan balon udara saat Syawalan, tetapi tetap aman dan tidak mengganggu lalu lintas udara maupun lingkungan. Semua balon wajib ditambatkan sesuai aturan.

Kota Pekalongan
Foto : Para peserta dan para pengunjung asyik menikmati bentuk, macam-macam corak Balon udara di Pekalongan Balon Festival 2026

Kreativitas peserta terlihat dari beragam desain balon, mulai dari karakter kartun populer seperti Tayo, semut, dan lebah, hingga corak manga seperti Dragon Ball, yang sukses menarik perhatian pengunjung.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan pengunjung tidak hanya menyaksikan balon perlahan terbang, tetapi juga mengabadikan momen dengan berfoto di depan balon favorit.

Salah satu pengunjung, Irma, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan babak penyisihan.

“Kalau nunggu final masih lama, jadi mending ke sini. Anak saya juga senang lihat balon dari dekat,” ujarnya.

Oplus_131072

Menurut Irma, meski penyisihan tidak seramai final, acara ini tetap menghibur, terutama bagi anak-anak. Akses menuju lokasi yang dekat dan tidak melewati jalur Pantura menjadi alasan lain bagi pengunjung dari daerah sekitar.

“Memang bentuk balonnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, belum ada yang spektakuler, tetapi tetap menarik dan menghibur,” imbuhnya. (He)