PATI – Kilasfakta.com, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Ali Badrudin menyatakan bahwa pihaknya berencana akan memanggil Pemerintah Kabupaten Pati untuk berdialog mengenai pemanfaatan dana tanggap darurat atau anggaran penanganan banjir. Hal ini dilakukan mengingat dana untuk penanganan banjir di Pati dipotong 60 persen untuk operasional.

Menurutnya, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Pati mendapatkan bantuan 250 juta untuk penanganan banjir di Kabupaten Pati. Namun, dari jumlah tersebut hanya 100 juta saja yang dicairkan dalam bentuk bantuan sosial.

Ali mengatakan pihaknya mengetahuinya setelah mendapat laporan dari anggotanya, Suwarno yang hadir dalam Rapat Penetapan Status Tanggap Darurat di Ruang Joyokusumo, Rabu (8/3/2023). “Kemarin ketika kami dilapori Pak Warno (Suwarno) yang hadir, ketika ada bantuan dari pusat Rp 250 juta, yang 100 juta untuk membantu yang terkena banjir dan yang mahal justru untuk oprasionalnya,’’ kata Ali.

Dirinya mengakui bahwasanya pihaknya pernah menanyakan hal tersebut pada Pemerintah Kabupaten Pati. Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari Pemerintah Kabupaten Pati, dana oprasional itu juga sudah sesuai regulasi. Akan tetapi, dirinya tak memahami regulasi yang dimaksud. Oleh karena itu, DPRD bakal mengundang Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro dan jajarannya pada haru Kamis  tanggal 16 Maret 2023 mendatang.

’’Kami tanyakan katanya regulasi. Saya belum tahu regulasinya. Besok tanggal 16 (Maret 2023) kami akan rapatakan dan undang TAPD, eksekutif, untuk membahas hal-hal yang krusial seperti itu,’’ tutup dia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *