PATI – Kilasfakta.com, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Ir. HM Nur Sukarno mengungkapkan pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara cepat. “Sektor pertanian yang sudah modern pasti mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Usaha bidang pangan (pertanian) tidak akan ada habisnya selama dunia ini masih ada,” kata dia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan sektor pertanian mencapai 2,25 persen selama 2022 dan melanjutkan tren kenaikan. Yang mana selama 2022 pertanian menempati posisi ketiga penyumbang produk domestik bruto (PDB) sebesar 12,4 persen setelah industri yang menyumbang 18,3 persen dan perdagangan 12,8 persen.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa sektor pertanian selama tiga tahun terakhir merupakan bantalan ekonomi yang tumbuh positif disaat sektor lainya mengalami pelambatan. Menurutnya, hal itu terjadi karena pertanian adalah pilihan pasti dalam memperkuat ekonomi. “Kita ingat bahwa semua negara mengalami trubulensi yang sama. pandemi merebak ke seluruh dunia. perubahan cuaca atau climate change membuat cuaca berubah. Belum lagi kita menghadapi geopolitik perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi,” ungkapnya.
Menurut dia, Indonesia juga termasuk negara yang dinilai sangat kecil mengalami kemungkinanya resesi karena angkanya hanya 3 persen. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Srilangka yang berpeluang resesi sebesar 85 persen atau selandia Baru 33 persen.
Untuk diketahui Pada tahun 2019, pertumbuhan sektor pertanian mencapai 3,6 persen atau turun dari 2018 yang sebesar 3,88 persen. Pertumbuhan sempat anjlok menjadi 1,77 persen tahun 2020 awal pandemi dan mulai membaik pada 2021 menjadi 1,87 persen dan menjadi 2,25 persen tahun 2022.

