PATI – Kilasfakta.com, Anggota DPRD Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno mendorong Desa Wisata di Kabupaten Pati mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Hal itu disampaikan Sukarno saat dimintai tanggapan terkait kondisi Desa Wisata yang sudah disandang sejumlah desa di Kabupaten Pati.
Sukarno menyebut, dengan status desa menjadi desa wisata diharapkan dapat menjadikan motivator bagi masing-masing Pemerintah Desa untuk semakin maju dan berkembang, sehingga mampu memberikan konstribusi terhadap PADes.
Sebagaimana diketahui, sejumlah desa di Kabupaten Pati sudah banyak yang dicanangkan sebagai Desa Wisata. Diantaranya adalah Desa Gulanggpongge Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana dan Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil. Ketiganya masuk dalam ketgori Desa Berkembang.
Kemudian ada lagi sSembilan desa lainnya termasuk kategori sebagai Desa Rintisan, meliputi Desa Pohgading dan Desa Klakahkasihan di Kecamatan Gembong, Desa Sidomulyo Gunungwungkal, Desa Sambiroto Tayu, Desa Mojoagung Trangkil, Desa Tluwuk Wedarijaksa, Desa Pekuwon Juwana, Desa Kedumulyo Sukolilo dan Desa Larangan Tambakromo.
Selain itu, ada 4 desa di Pati yang diresmikan sebagai desa wisata yaitu, Desa Talun Kayen, Desa Jrahi Gunungwungkal, Desa Bageng Gembong dan Desa Tunggulsari Tayu.
Politisi Partai Golkar ini menyebut, dengan menjadi desa wisata, diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke desa tersebut. “Hal ini akan berdampak sangat positif bagi desa, termasuk geliat roda perekonomian warga sekitar juga akan meningkat, sehingga dapat mendongkrak taraf hidup mereka,” ujarnya.
Pewarta : Purwoko

