PATI – Kilasfakta.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno menyarankan para petani di Pati ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal itu disampaikan Sukarno setelah para petani menerima bantuan benih padi dari pemerintah, Jumat kemarin.
Menurut Sukarno, bencana banjir sering terjadi di wilayah Kabupaten Pati, khususnya di wilayah sepanjang sungai Juwana. Untuk menekan kerugian akibat bencana banjir, atau sebab lainnya, dia mengajak petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Asuransi ini untuk menekan kerugian petani akibat resiko banjir, kekeringan atau serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dengan ikut asuransi, maka para petani dapat terlindungi melalui pertanggungan asuransi,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 2.694 petani yang menjadi korban banjir di Kabupaten Pati menerima bantuan benih padi. Penyerahan dilakukan oleh Pj. Bupati Pati di Balai Desa Widorokandang dan Desa Tanjang.
Sesuai data yang ada di Dinas Petanian (Dispertan) Kabupaten Pati bencana banjir pada periode Desember sampai dengan 12 Januari 2023 telah berdampak pada terendamnya 7.242 hektar lahan pertanian dan menyebabkan 6.641 hektar diantaranya mengalami puso atau gagal panen.
Mereka yang mengalami kerugian lahan persawahan akibat banjir menerima bantua melalui program bantuan benih bersumber dari Dana APBN TP Tahun 2023. Setiap hektar sawah menerima dialokasi bantua sebanyak 25 kg. (Adv)

