PATI – Kilasfakta.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengungkapkan sering mendapatkan keluhan dari para petani terkait masalah pertanian. Diantaranya adalah terkait dengan kelangkaan pupuk. Petani merasakan bahwa sampai saat ini persoalan kelangkaan pupuk masih menghantui para petani.
Salah satu anggota dewan yang sering mendapat keluhan petani adalah Didin Syafruddin. Ia mengaku sering mendapatkan keluhan dari petani terutama soal masalah pupuk yang masih langka. “Kalau kemana-mana mesti ditanya soal pupuk. Pupuk belum sesuai yang diharapkan. Yang paling sering tak terima terkait kesulitan pupuk” kata anggota DPRD Pati dari Dapil 3 ini.
Terkait keluhan yang didapat dari para petani, politisi dari Partai NasDem tersebut telah menyampaikannya kepada Komisi B DPRD Kabupaten Pati untuk dibahas lebih lanjut. “Teman-teman Komisi B sudah membahas itu, tapi ya kembali lagi kuota dari sana kan memang dibatasi,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati, alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2024 turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ini Kabupaten Pati hanya mendapatkan urea dari pemerintah pusat sebesar 21.461 ton. Turun signifikan dari tahun lalu yang mendapatkan sebesar 42.617 ton.
Sementara, untuk jenis NPK pada tahun ini Kabupaten Pati mendapatkan jatah 15.844 ton. Turun drastis dari tahun lalu yang mendapatkan 25.966 ton pupuk NPK. Kondisi ini akan berdampak pada sektor pertanian. (Adv)

