Foto: Peningkatan infrastruktur jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2025.

Sragen – Kilasfakta.com – Pemerintah Kabupaten Sragen kembali mendapatkan dukungan peningkatan infrastruktur jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2025.

Salah satu pekerjaan yang saat ini tengah berjalan yaitu Peningkatan Jalan Baok–Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, dengan nilai kontrak sekitar Rp7.2 miliar, Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Tiara Graha.

Darto (45), salah satu pemilik lahan sawah di sekitar lokasi pembangunan IJD, menyatakan kepuasannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subiyanto yang dinilai mampu memperbaiki konektivitas jalan di kawasan sentra produksi pertanian.

Menurutnya, pembangunan Jalan Baok–Kebonromo memberi dampak langsung pada kelancaran distribusi hasil pertanian serta menekan biaya logistik yang ditanggung para petani.

“Kami sebagai petani di Sragen sangat puas. Jalan kami diperlebar, kualitas jalan meningkat. Semoga ini menjadi berkah bagi kami para petani,” ujar Darto, Selasa (2/12/2025).

Ia menilai program IJD merupakan strategi pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Bagaimanapun juga, Sragen adalah salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Tengah, jadi infrastruktur seperti ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo, membenarkan bahwa proyek peningkatan jalan tersebut merupakan bagian dari IJD 2025 yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu, kata Bowo, terdapat satu lagi proyek IJD di Sragen yakni peningkatan Jalan Tanon–Bonagung dengan pagu anggaran sebesar Rp8,3 miliar, yang juga menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Proyek IJD itu wewenang langsung Kementerian PU. Paling kalau ada kendala baru minta bantuan kami, seperti di Bonromo itu minta dibukakan akses saja,” terangnya.

Bowo menambahkan, salah satu ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sebelumnya telah diusulkan pada program IJD tahun 2024, namun baru direalisasikan pada 2025.

“Proyek ini berada di bawah naungan langsung Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan IJD tahun 2023, termasuk beberapa ruas jalan di Kabupaten Sragen yang masuk dalam Batch 1, yakni pembangunan ruas jalan Surakarta–Gemolong–Purwodadi dengan total anggaran Rp204 miliar.

Pada tahun 2024, terdapat empat ruas jalan di Kabupaten Sragen yang diusulkan masuk rencana prioritas IJD, yakni:

Ruas lingkar dalam Kota Sragen, mulai dari Jl. Dr. Sutomo hingga Jl. Kapten Tendean.

Ruas Jeruk–Sunggingan–Brojol Kecamatan Miri, panjang 6,6 km dengan usulan anggaran Rp19,26 miliar.

Ruas jalan Sumberlawang–Ngargotirto–Kowang hingga perbatasan Grobogan, panjang 7,85 km dengan anggaran Rp29,5 miliar.

Ruas Tanon–Bonagung–Gading, panjang 4,54 km dengan anggaran Rp13,77 miliar.

Dari keempat usulan tersebut, hanya ruas Jeruk–Sunggingan–Brojol yang akhirnya masuk prioritas IJD 2024 dengan nilai Rp14,3 miliar. Sementara, Ruas jalan Tanon–Bonagung baru dapat dimasukan Instruksi Presiden Prabowo Subiyanto tahun ini.

Masyarakat dan Pemerintah Daerah Sragen berharap ruas jalan yang pernah diusulkan dapat segera diprioritaskan oleh Kabinet Merah Putih masuk dalam IJD lanjutan tahun 2026 mendatang. (Hendro)