PATI – Kilasfakta.com, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno menilai kekurangan pupuk bersubsidi berdampak pada pengurangan produksi hasil pertanian di Pati.
Maka dari itu, Sukarno menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian (Dispertan) agar dapat melakukan penambahan kuota pupuk bersubsidi bagi petani di Pati. “Kekurangan pupuk sangat mempengaruhi produktivitas ,sehingga pemerintah harus menambah kuota kebutuhan pupuk,” ucapnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut menyampaikan jika ada pengurangan kuota pupuk bersubsidi nantinya hasil panen para petani akan merasa berkurang. Terlebih juga mengingat kondisi cuaca di Kabupaten Pati sangat menentukan hasil panen. “Pada musim tanam (MT) 1 ini jatah pupuk untuk para petani yang urea bersubsidi hanya 50 persen. Kalau hal ini tidak ada solusi, dikawatirkan hasil panen padi pastinya akan kurang maksimal,” kata dia baru-baru ini.
Lebih lanjut, ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bisa merekomendasikan atau mengusulkan kuota pupuk bersubsisdi lagi. “Untuk kebutuhan pupuk bersubsidi di tahun 2024 nanti ya diharapkan juga ada penambahan kuota, sehingga petani bisa terpenuhi kebutuhan pupuknya. Apalagi mengingat penurunan kuota yang cukup drastis,” harapnya.
Dijetahui, Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menyebutkan, jumlah pupuk bersubsidi berjenis urea tahun 2024 ini tersedia 21.461.046 kg. Dan untuk pupuk berjenis NPK yakni tersedia sebanyak 15.844.083 kg. Jika dibandingkan ditahun 2023, pupuk bersubsidi berjenis urea tersedia sebanyak 42.626.218 kg. Sedangkan pupuk NPK tersedia sebanyak 26.000.000 kg. (Adv)

