Dua Hari PPKM, Beberapa Lokasi di Klaten Terpantau Lumayan Sep

KLATEN – Kilasfakta.com, Selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu tanggal 6- 7 Februari 2021, program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat( PPKM), tindak lanjut dari kebijakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo terkait” Jateng di Rumah Saja “di wilayah Kab. Klaten, terpantau lumayan lengang dan sepi, hanya pusat perbelanjaan saja yang masih ramai.

 

Beberapa lokasi jalanan, pasar, dan kawasan pertokoan, bahkan stasiun yang biasanya ramai, kini terlihat sangat lenggang dari aktifitas warga masyarakat Kab. Klaten bersinar ini.

 

Hasil pantauan awak media “Kilas fakta” dibeberapa Lokasi di Kab. Klaten, lokasi disekitar Stasiun Klaten, sekitar pukul 09.15 pagi ini terpantau sangat sepi, banyak aktivitas pedagang kaki lima di sekitar stasiun terlihat tutup tidak ada kegiatan apapun, demikian juga pengguna jalan yang hari- hari biasa ramai kini tampak sangat lenggang .

 

Pasar darurat yang terletak di desa karanganom, Klaten Utara itu sekitar jam 10.00 WIB terlihat beraktivitas seperti biasa. Biarpun tidak terlalu ramai, transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli terlihat masih berlangsung untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari- hari.

 

Pemandangan sedikit ramai terlihat di pusat kota. Sekitar jam 10.30 beberapa pusat perbelanjaan buka biar pun sebagian ada toko yang tutup. Toko yang buka ini mendorong masyarakat untuk belanja. Alhasil di toko yang cukup terkenal di Klaten ini terlihat masih cukup ramai tapi tetap menerapkan prokes.

 

Sebaliknya pemandangan di Alun-alun Kota Klaten terpantau sedikit sepi. Pedagang angkringan masih ada berjualan walaupun tidak semuanya, sebagian dari mereka memilih dirumah saja berkumpul dengan keluarga.

 

 

Suasana tidak jauh berbeda terjadi di sekitar RSI Klaten, beberapa pedagang sayur mayur, dan kebutuhan pokok lainnya pagi ini, memilih untuk tutup sementara waktu, dan banyak pembeli yang kecewa, tapi berangsur siang, banyak rumah makan terlihat buka seperti biasanya walaupun pembeli sangat sepi, akibat efek dari kebijakan Pemprop Jateng.( Purwanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *