Sutarto Oen ThersaSutarto Oen Thersa

PATI – Kilasfakta.com, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sutarto Oen Thersa mengimbau nelayan untuk tidak melaut dahulu. Pasalnya, gelombang tinggi pada akhir-akhir ini.

“Potensi gelombang tinggi pada akhir-akhir ini dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (6/1/2022).

Ia menambahkan, kepada kapal-kapal tradisional jenis kapal motor atau kapal layar motor yang ingin berlayar, agar memperhatikan keselamatan berlayar dengan menunda keberangkatan sampai kondisi cuaca serta gelombang kembali normal.

Pada kesempatan ini, Koordinator nelayan Desa Bumirejo Juwana yang juga pencari rajungan mengarahkan para nelayan sudah tidak melaut sejak Sabtu (24/12) akibat gelombang tinggi.

“Ini untuk sementara nelayan belum bisa melaut dengan adanya cuaca extrim gelombang besar mas.  Mulai hari Sabtu kemarin  mas. Kalaupun ada yang melaut paling satu atau dua orang mas,” ujar Daman.

Sambil menunggu cuaca kembali normal, para nelayan rajungan hanya dapat memperbaiki kapal serta alat tangkapan mereka. “Untuk alternatifnya sementara untuk merbaiki jaringnya mas,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan harga rajungan mulai turun deras sejak Bulan Mei 2022 yakni Rp 15 ribu per kilogram dari padahal sebelumnya rata-rata harga rajungan berkisar Rp 125 ribu/kg.

Selain harganya yang belum normal, sejak musim penghujan tangkapan nelayan berkurang dari 10-15 kilogram per hari kini turun menjadi 5 kilogram.

Pewarta : Wk / Kf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *