SEMARANG-Kilasfakta.com, Dalam rangka memulyakan Nabi Muhammad SAW dengan MAULUDANnya dan Peringatan HARI SANTRI yang di selenggarakan oleh persatuan 16 ormas- ormas Islam yang bergabung di GERMAS PEKAT (Gerakan Masyarakat Penyakit Masyarakat) se Kecamatan Genuk Kota Semarang mengadakan Aksi ke beberapa tempat di antara nya di Polsek Genuk Semarang jum’at (6/11/2020)

Silaturahmi GERMAS PEKAT dengan Polsek Genuk Semarang
Dalam silaturahmi yang di temui oleh Ibu Nani Wakapolsek Genuk dan anggota lainnya, Mashudi Ketua Germas Pekat menyampaikan” silaturahmi untuk membangun kebersamaan antara aparat Kepolisian dan Tokoh Masyarakat se Kecamatan Genuk untuk bersama- sama memberantas penyakit masyarakat di antaranya seperti, Tempat mesum, tempat minum, tempat perjudian dll yang ada di wilayah Kecamatan Genuk.
Sedangkan Ketua Tanfidiyah NU Kyai Shokib Ridwan memohon kepada Kepolisian untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat supaya Genuk yang selama ini di kenal badik santri dan agamis nyata ada nya, Sedangkan dari Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII dan ormas- ormas lainya hampir sama apa yang telah di sampaikan oleh ketua Germas Pekat.

Ibu Nani Wakopolsek Genuk menyampaikan” bahwa atas pertemuan dan silaturahmi siang ini semuanya akan di sampaikan kepada atasannya yaitu Bpk Subroto Kapolsek Genuk yang saat ini sedang ijin berkabung atas duka cita orang tuanya semoga Husnul Khotimah… Amin.

Masyarakat atau civil secuety yang di wadahi dalam Germas Pekat hanya bisa menghimbau, memberi peringatan, preset dan nakilut- nakuti dan juga melaporkan kejahatan umum tapi kewenangan exskusinya ada di kepolisian dan penegak hukum lainya seperti satpol PP Penegakan perda dll harus tegas dalam penegakan hukum.
Kalau tidak tegas pelaku kejahatan menyepelekan karena umumnya setiap usaha haram diduga ada Aknum yang membekinginya.

Achmad Robani Albar sebagai tim hukum GERMAS PEKAT dan juga Ketua LPBH NU Jateng menyampaikan” bahwa kewenangan penegakan hukum ada di aparat Kepolisian maka terkait itu Germas Pekat memohon Polsek untuk dapat menjalankan regulasi dan kewenangan nya yang sudah ada protapnya, ada aturannya, ada undang- undangnya dan seterusnya imbuhnya Robani” Polisi harus mampu menciptakan rasa aman dengan motonya yaitu, melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Sedangkan Sdr Adv. Karminto meminta supaya Polisi tegas kepada para pelanggar hukum yang terkait 303 ini karena sudah menjamur dan sudah di ingatkan lewat pengajian di tempat togel namun tetap masih jualan. (Purbledek's/Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *