Ngawi – Kilasfakta.com – Sebagai bagian dari upaya dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC) pada penyandang Diabetes Melitus (DM), Dinas Kesehatan Kabulaten Ngawi mengadakan kegiatan Workshop Sosialisasi Skrining TBC pada penyandang Diabetes Melitus (DM) di Kabupaten Ngawi.

Retno Dwi Sulistyorini selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan UKM dan UKP Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mengungkapkan tujuan diadakan kegiatan sosialisasi ini ialah untuk meningkatkan deteksi dini kasus TBC pada penyandang DM yang mempunyai resiko cukup tinggi. ” Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan semua masyarakat dengan riwayat DM bisa segera diketahui diketahui lebih awal jika menderita TB sehingga bisa segera di obati untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit TBC,” jelasnya.

Setiap tahunnya terdapat peningkatan terhadap kasus TBC, pada tahun 2024 kali ini menunjukkan bahwa terdapat 1064 kasus pasien TBC, Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian TBC dengan komplikasi DM menjadi semakin penting karena prevalensi DM di Indonesia mengalami peningkatan.

Pentingnya skrining TBC pada penyandang diabetes melitus disebabkan oleh adanya peningkatan prevalensi DM yang memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terserang TBC. Penderita DM yang terinfeksi kuman TB lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit TB aktif dan jatuh sakit dibandingkan orang tanpa diabetes. Oleh karena itu, upaya penemuan kasus TBC secara dini menjadi sangat penting untuk menekan penularan kasus TBC sehingga mengurangi angka kematian.

Dengan diadakannya Workshop Sosialisasi Skrining TBC pada penyandang DM ini diharapkan tenaga medis dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan skrining dan mendiagnosis penyakit TBC. ( Sony )

Tinggalkan Balasan