KLATEN- Kilasfakta.com, Kegiatan uji coba Sekolah tatap muka hari pertama di Kab. Klaten berjalan lancar tanpa kendala , uji coba pembelajaran tatap muka tersebut hanya untuk tingkat SMP dan SMA serta SMK . Untuk Tingkat SMP uji coba dilaksanakan di SMPN 2 Klaten, untuk tingkat SMK dilaksanakan di SMKN 3 Klaten, sedangkan untuk tingkatan SMA pembelajaran tatap muka ( PTM) ini, dilaksanakan di SMAN 3 Klaten. Untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di SMAN 3 Klaten, berjalan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan.

 

 

Hal itu disampaikan oleh Waka Humas SMAN 3 Klaten, Kusnadi Pudjianto memaparkan, bahwa dari total siswa kelas X sebanyak 359 siswa, hanya 108 siswa yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran sekolah tatap muka, namun ada dua siswa yang izin sakit sehingga siswa kelas X yang mengikuti pembelajaran sekolah tatap muka itu hanya sebanyak 106 siswa. Sedangkan untuk ruangan pembelajaran kita bagi dua, dilantai atas ada tiga kelompok dan dilantai bawah ada delapan kelompok.

Meskipun para siswa kelas X ini baru pertama kali masuk sekolah, akan tetapi ridak ada kendala selama proses kegiatan pembelajaran tatap muka, dikarenakan siswa sudah saling berkenalan selama pembelajaran Daring.” Papar Kusnadi, Senin( 05/4/21).

 

Lebih lanjut, Kusnadi menambahkan, Tadi ada dua siswa yang tidak masuk daftar sempat masuk sekolah, maka dengan terpaksa pihak sekolah memulangkan kedua siswa tersebut, walaupun ada dua bangku yang kosong dikarenakan siswa yang bersangkutan izin sakit, tetap saja kedua murid tersebut tidak kita izinkan masuk kelas, setelah pihak sekolah memberikan penjelasan serta pengertian, akhirnya kedua murid ini bersedia kita pulangkan.

 

Untuk Protokol Kesehatan, bagi tamu siapapun dari luar SMAN 3 Klaten harus kita minta untuk mengisi buku tamu melalui aplikasi barcode jadi tidak ada sentuhan sama sekali. Pihak sekolah juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi siswa, para siswa diminta membawa masker, hand sanitizer, dan makanan sendiri dari rumah, dan sejak masuk area sekolah, para siswa dicek suhu tubuhnya, mencuci tangan dengan sabun, harus selalu mejaga jarak aman,serta memakai masker.

 

“Jadi suhu tubuh dicatat saat datang ke sekolah juga saat pulang dari sekolahan sehingga bisa terdeteksi sedini mungkin, serta ruangan PTM juga diselang-seling, satu dipakai satu tidak,” tambah Kusnadi.

 

Kusnadi berharap, agar protokol yang sama juga dilakukan oleh orang tua siswa disaat siswa pulang kerumah. Pihak sekolah juga meminta untuk orang tua agar menjemput anaknya setelah jam pembelajaran habis, dan bila sudah sampai dirumah, agar siswa yang bersangkutan mengirimkan foto.

 

“Jadi sampai rumah kirim foto selfie sehingga kita tahu tidak mampir ke tempat lain. Kegiatan pembelajaran tatap muka ini tidak semua siswa bisa mengikuti, dikarenakan ada skala prioritas yang harus dipenuhi persyaratan, diantaranya adalah siswa yang sehat, jarak rumah dekat, keluarga belum pernah terkonfirmasi virus covid -19 ,” pungkasnya. (Purwanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *