REMBANG – Kilasfakta.com, Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya… Qs Al Fath 29.

Ajaran Illahi di atas memberikan gambaran kepada kita betapa bahwa bertani pisang memiliki manfaat besar bagi ummat manusia dan bisa membuat penanamnya menjadi senang dan bahagia dari hasil pertumbuhan dan hasil panennya.

Budidaya pisang merupakan potensi besar yang belum dikelola secara profesional oleh para petani di Kab Rembang, padahal bertani pisang memiliki nilai ekonomi yang lebih menjanjikan dibanding dengan komoditas tanaman semusim lainya, sebab menanam pisang satu kali bisa panen berkali kali dan seterusnya dari tunas – tunas barunya, sebab setiap pohon pisang satu batang mampu beranak antara lima sampai sepuluh tunas, artinya asal di rawat dengan baik, dengan modal tanam pohon satu kali bisa untung seterusnya.

Lahan yang cukup subur di wilayah Kabupaten Rembang membuat pecinta petani pisang Narukan yang dipelopori oleh Mudzakir warga Narukan, Kec Kragan Kabupaten Rembang. Mudzakir memberikan contoh dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat melalui budidaya tanam pisang raja dalam jumlah ribuan pohon miliknya, dengan tujuan agar para petani tertarik membudidayakan pisang sebagai salah satu komoditas unggulan dan memilki profit yang tinggi.

Jenis pisang yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran adalah pisang raja, pisang ambon, kepok pipit dan pisang susu, Mudzakir sendiri telah mengawali menanam pohon pisang raja di lahan seluas 10,000 m2 lebih di daerah Narukan. Selanjutnya di kembangkan lagi mengelola kebun pisang di lahan lahan lainnya yang lebih luas.

Berdasarkan hasil obrolan dengan salah seorang warga Narukan, Mudzakir baru mengawali usaha berkebun pisang sekitar lebih kurang dua tahun lalu. Ia mulai melirik dan akhirnya terjun dan menanam tanaman pisang ini setelah melihat prospek budidaya pisang ini cukup menjanjikan.

Mudzakir sebenarnya tidak memiliki latar belakang secara formal di bidang pertanian namun dia memilki kecintaan dan peduli dalam bidang pertanian, ia sebelumnya telah menggeluti bertani tebu sehingga karena suka akhirnya memiliki semangat dan terjun di bidang pertanian, banyak belajar dari teman dan relasinya, tidak hanya sekedar teori tetapi sekaligus praktek terjun bertani pisang. Saat ini Mudzakir telah memiliki ribuan pohon pisang beberapa hektar .

Adalah crew Aswirusani An Naba divisi pertanian minggu lalu 17/01/21 melakukan shilaaturahim berkunjung ke lokasi kebun pisang miliki Mudzakir yang berada di desa Narukan tersebut, karena memiliki misi yang sama dan cinta pada dunia pertanian terutama budidaya pisang, maka selain belajar metode bertani pisang, juga dalam rangka shilaaturahim mencari inspirasi baru dan angkraketaken roso kekadangan.

Melihat prospek bertani pisang yang sangat menjanjikan Ust Kiswondo selaku penaggung jawab di dunia pertanian terutama tanaman pisang. Mencoba menghitung dan menganalisa perhitungan dan keuntungan bertani pisang.

Bersama ust Taufiq, ust. Kiswondo mencoba menganalisa dan menghitung, prospek bertani pisang ini cukup cerah, andai dari menjual bibitnya saja sudah untung atau balik modal, “setelah amati satu persatu, pisang baru usia lima bulan saja sudah mulai tumbuh tunas baru, ada yang tiga ada yang empat tunas, bahkan banyak yang tumbuh enam tunas, kalau dihitung tiga tunas per pohon maka dari 1000 pohon akan menjadi tiga ribu atau empat ribu pohon pisang ” terangnya.

Dari hasil surve pisang di pasar tradisional di Rembang, harga pisang Raja cukup tinggi, satu tandan isi 10 lirang bisa laku 120,000, tergantung type dan jumlah sisirnya.

 

ANALISIS USAHA SETIAP 1000 POHON PISANG RAJA

TAHUN I

1. Dibutuhkan lahan 10000 m2 (1 ha)

2. Bibit @ Rp 15.000 x 1000 = 15.000.000

3. Pembuatan lubang @ 10.000 x 1000 = 10.000.000

4. Pupuk kandang @ 15.000 x 1000 = 15.000.000

5. Pengairan (sumur & paralon) = 10.000.000

6. Tenaga satu tahun sampai panen Rp 30

000.000

6. Kematian 10 %, Panen buah tahun pertama : 900 x 100.000

(ini harga standar pertandan) = 90.000.000.

Pengeluaran = Rp 80.000.000

Pemasukan = 90.000.000

(Tahun pertama tidak boleh jual bibit karena bisa gagal panen)

Keuntungan bersih : 90.000.000 – 80.000.000 = Rp 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)

 



TAHUN II

Tidak perlu bibit karena mengandalkan anakan

1. Pupuk kandang @ 15.000 x 1000 = 15.000.000

2. Pengairan 1.000.000 (sumur sudah ada)

3. Tenaga satu tahun 30.000.000

4. Panen buah tahun kedua dari minimal 2 anakan berbuah yg lain dijual bibit (kematian 10 %) : 1800 x 100.000 = 180.000.000

5. Jual bibit @ 10.000 x 3000 = 30.000.000

Pengeluaran = 46.000.000

Pemasukan = 210.000.000

Keuntungan bersih 210.000.000 – 46.000.000 = Rp 154.000.000,-

SELAMAT MENCOBA,

Dia menambahkan, usia panen pisang Raja bervariasi. Bias jadi, 11 – 12 bulan sudah bisa di panen, sedang pisang cavendis antara 9 -10 bulan sudah bias dipanen. Dengan begitu, petani yang menanam pisang jenis raja dan cavendis bisa menuai untung. “saya kira di Rembang tanahnya cocok untuk jenis pisang ini, yang terpenting irigasi dan cara tenamnya yang pas serta perawatannya benar,’’ pungkasnya. Mad / Kis

Bila ingin konsultasi persoalan pisang bisa menghubungi.

Tim Pertanian Aswirusani.

Silahkan kontak di no WA 081914020218.(taufiq))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *