PATI – Kilasfakta.com, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ali Badrudin mengatakan bahwa selama bertahun-tahun tidak ada pejabat negara se kelas presiden yang menginjakkan kaki di Pati. Ada anggapan, bahwa siapa pun pejabat yang datang ke Pati, maka yang bersangkutan bakal menerima apes, atau kehilangan jabatannya. “Jadi, kita ini menjadi korban mitos yang selama ini berkembang, dimana jika ada pejabat negara sekelas presiden yang datang ke Pati, maka dia akan menerima kesialan,” beber Ali Badrudin.
Akibat dari mtos tersebut, lanjut Ali, maka tidak ada pejabat negara yang mau berkunjung untuk meninjau langsung kondisi masyarakat Kabupaten Pati. “Dampak tentunya tidak baik untuk perkembangan daerah kita. Karena, biasanya, jika terjadi musibah besar, dan pada saat ada pejabat negara yang meninjau langsung ke lapangan, maka akan langsung dilakukan tindak lanjut guna mengantisipasi penyebab terjadinya musibah,” lanjut Ali
Menurut Ali, mestinya, pada saat Pati dilanda musibah banjir besar tahun lalu, pejabat negara harusnya ada yang meninjau likasi, karena itu juga masuk berita nasional. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada pejabat negara yang singgah di Pati. “Jika saat banjir besar tahun lalu ada pejabat negara yang datang untuk meninjau kondisi secara langsung, maka permintaah atau harapan kita terkait dengan normalisasi sungai secara menyeluruh ada terealisasi,” keluhnya.
Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Pati ini berharap, mitos ini bisa diabaikan atau dihilangkan, sehingga ada pejabat tinggi negara seperti Presiden yang mau datang ke Pati. “Kedatangan pejabat negara sekelas presiden tentu saja sangat kita nantikan. Sehingga bisa memberikan perhatian secara serius dengan memberikan program pembangunan demi masyarakat di Kabupaten Pati. Kalau tidak ada pejabat negara yang berani datang ke Pati, maka nasib kita akan seperti ini terus,” pungkasnya. (Adv)

