
Nur Fitriyati Robiatun Nisa’, S.Pd.I
SD Negeri Prawoto 03 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
Kombinasikan Video Interaktif dan Demonstrasi pada Pembelajaran Praktik Salat
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran yang ada di tingkat sekolah. Terdapat interaksi antara guru dan siswa agar mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tingkat keberhasilan pembelajaran akan menjadi lebih baik, apabila guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif saat menyampaikan materi. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu dalam penyampaian materi oleh guru guna mencapai tujuan pembelajaran yang dapat mempengaruhi hasil belajar.
Kompetensi Inti pertama dalam pembelajaran yang hendak dicapai yaitu kompetensi spiritual keagamaan yang dapat dilihat dari proses pembelajaran PAI. Mata pelajaran PAI merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang cukup sulit karena siswa harus memahami materinya yang banyak, serta dituntut untuk mampu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cakupan materi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi Al Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, dan Fiqih. Salah satu inti materi fiqih yaitu tentang salat fardhu. Salat fardhu merupakkan kewajiban seluruh umat Islam dalam sehari semalam dengan melaksanakan salat lima waktu dari subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya, sebagaimana telah dicantumkan dalam QS. Al-Baqarah:43, yang artinya “dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang yang rukuk”.
Dengan permasalahan di SD Negeri Prawoto 03 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati kelas rendah yang fokus perhatiannya sering hilang, maka diperlukan suatu media dan metode yang tepat. Apalagi untuk materi tentang salat fardhu yang merupakan salah satu tiang agama umat Islam. Untuk itu penulis mencoba menggunakan kombinasi media video interaktif disertai dengan demonstrasi secara langsung agar gerakan dan bacaan salat dapat lebih mudah dipahami siswa.
Video interaktif dirancang secara khusus sebagai media belajar efektif yang berisi tuntunan praktis secara tepat sasaran, disajikan melalui presentasi audiovisual yang dilengkapi dengan suara berbahasa Indonesia yang jelas dan mudah dipahami (Auliyah, 2012:3). Video interaktif memiliki fungsi untuk memancing siswa pada saat pembelajaran agar merespons apa yang mereka lihat dan dengar. Dengan demikian pesan dari isi materi yang terdapat dalam video akan dikonstruksi oleh otak kemudian menimbulkan rasa ingin tahu yang terlihat dari adanya pertanyaan-pertanyaan siswa mengenai materi pembelajaran sehingga menciptakan suatu interaksi.
Selain mengamati gerakan praktik salat di dalam video interaktif, guru dan siswa juga melakukan kegiatan demonstrasi. Demonstrasi adalah salah satu strategi mengajar dimana guru memperlihatkan suatu benda asli, benda tiruan, atau suatu proses dari materi yang diajarkan kepada seluruh peserta didik. Dalam pelaksanaannya, siswa secara bergantian mempraktikkan gerakan salat serta melafalkan bacaannya. Hal ini dilakukan agar seluruh dapat melakukan gerakan dan melafalkan bacaar yang benar, bukan sekadar mengamati video dan penjelasan lisan dari guru.
Materi yang dikemas dalam video interaktif serta praktik demonstrasi secara langsung sangat mudah dipahami oleh siswa sehingga pesan akan tersampaikan secara maksimal sehingga gerakan dan bacaan shalat akan lebih mudah diingat oleh siswa. Di akhir pembelajaran, siswa diminta untuk praktik salat secara individu dan dilakukan penilaian. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa melalui siswa dapat melaksanakan praktik salat dengan baik dan benar sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menjalankan ibadah salat.
