REMBANG – Kilasfakta.com, Umat Muslim di seluruh dunia merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 28 September 2023. Peringatan Maulid Nabi SAW telah dikenal masyarakat muslim, sejak tahun kedua Hijriah. Namun ada pula yang menyebutkan perayaan Maulid Nabi telah ada sejak zaman Rasulullah. Maulid Nabi kala itu bertujuan untuk meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin, dalam menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis dari Eropa dan merebut Yarusalem.
Sementara sejarah peringatan Maulid Nabi di Indonesia mulai berkembang di masa Wali Songo. Peringatan Maulid Nabi dilakukan demi menarik hati masyarakat untuk memeluk agama Islam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting bagi umat Islam. Salah satunya, sebagai momen untuk meneladani nilai-nilai dan ajaran Rasulullah SAW dalam beribadah maupun menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam rangka mewujudkan cinta nabi, Kru Aswirusani An-Naba ikut memeriahkan Ngaji dan Sholawat Nabi bersama Warga Desa Pandean serta seluruh jamaah masjid Al Burhan, dikemas dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa 03/10/23 bertempat di Masjid Al-Burhan desa Pandean.
Peringatan maulid Nabi tahun ini lebih meriah dibanding tahun tahun sebelumnya, hal itu dapat dilihat dari jumlah jamaah yang hadir dan semangat para jamaah dalam mengumandangkan gema sholawat nabi bersama grup Rebana dari Puncak Wangi Pati. “peringatan maulid Nabi Muhammad tahun ini di desa Pandean tambah semakin rame, karena kali ini dihadiri bukan hanya warga desa Pandean namun juga warga dari berbagai desa lainya” terang Kyai Khamim selaku ketua panitia, saat menyampaikan kata sambutannya.
Kegiatan maulid kali ini dihadiri oleh KH Kurdi dari Badeg Sridadi Rembang, perangkat desa Pandean, Kru pengurus Aswirusani, takmir dan jamaah masjid Al-Burhan, serta masyarakat desa Pandean dan tamu tamu undangan dari berbagai desa di sekitar desa Pandean.
Semangat jamaah Masjid Al-Burhan juga warga desa Pandean dan seluruh tamu hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi sangat luar biasa, hal itu dibuktikan kekompakkan para hadirin dalam membaca sholawat nabi dari awal hingga akhir acara
Dalam tausiyahnya KH Kurdi memberikan wejangan dan apresiasi bagi siapapun orang muslim yang mencintai nabi Muhammad dengan menyitir sebuah hadist Nabi “Sing bejo iku dudu wong sing bareng karo aku. Nanging wong sing ora menangi aku ora jamaah karo aku, nanging iman lan percaya karo aku” (“yang beruntung itu bukan orang yang bersama saya, akan tetapi orang yang tidak bersama dengan saya tidak berjamaah dengan saya, namun dia dia iman dan percaya dengan saya nabi)”. (red), terang KH Kurdi dengan bahasa jawa yang khas.
Selain itu KH Kurdi juga menegaskan agar ummat nabi Muhammad selalu memperbarui dan meningkatkan iman sebab iman adalah kunci masuk syurga. “Imanmu anyar anyarno, (imanmu perbaru dan perbarui, bagaimana cara memperbarui iman ya Rasulullah? dengan membaca Laillaha Illallah, ngaji pertama yang harus ditata adalah ngandelke iman (ngaji pertama yang harus di tata adalah menebalkan iman)” tambah KH Kurdi.
Acara peringatan Maulid Nabi selanjutnya ditutup dengan doa bersama melantunkan sholawat nabi Muhammad hingga acara berakhir. (Mad)

