Foto: Pemandian Air Panas Bayanan.

SRAGEN — Kilasfakta.com – Jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kabupaten Sragen tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data kunjungan lima objek wisata utama pada periode 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kunjungan mencapai 9.488 pengunjung, turun sekitar 36 persen dibandingkan Nataru 2024/2025 yang mencatat 14.831 pengunjung.

Dari data tersebut, Pemandian Air Panas Bayanan menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi sebanyak 2.890 pengunjung, disusul Situs Sangiran 2.780 pengunjung, dan Kolam Renang Kartika 2.186 pengunjung. Di tengah tren penurunan, Kolam Renang Kartika menjadi satu-satunya objek wisata yang mencatat peningkatan kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Sragen, I Yusep Wahyudi, membenarkan adanya kecenderungan penurunan kunjungan wisata selama libur Nataru sehingga target pengunjung belum dapat terpenuhi. Ia menilai, pergeseran tren wisata dari wisata edukasi ke wisata alam dan berbasis pengalaman turut memengaruhi capaian kunjungan, khususnya di kawasan Sangiran.

Penurunan kunjungan ke Sangiran, lanjut Yusep, juga dipengaruhi oleh keterbatasan operasional museum. Sejak November 2025, kunjungan wisatawan hanya dilayani di Museum Ngebung, sementara Museum Krikilan dan Bukuran ditutup sementara untuk penataan dan perbaikan fasilitas.

Sebagai langkah evaluasi, Dispora membenahi pengelolaan kawasan Sangiran dengan melibatkan seluruh pelaku wisata, termasuk transportasi, layanan shuttle dan ojek, pemandu, serta pelaku UMKM. Koordinasi juga dilakukan dengan MCB Sangiran, pemerintah desa, dan BUMDes untuk perbaikan fasilitas dan manajemen kawasan.

“Kami kumpulkan semua pelaku wisata untuk menyamakan cara pandang memajukan pariwisata Sragen. Setelah itu kita jalankan bersama, termasuk menyiapkan paket-paket wisata,” kata Yusep saat ditemui di Kantor Dispora Sragen, Kamis (8/1/2026).

Memasuki tahun 2026, Dispora menargetkan pendapatan sektor pariwisata mencapai Rp2,6 miliar, dengan peningkatan jumlah kunjungan melalui kerja sama dengan sekolah, optimalisasi hari libur, serta penyelenggaraan berbagai agenda sport tourism.

“Pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ketika semua pelaku merasa happy, kolaborasi akan terbangun dengan baik,” pungkasnya.

(Henik_Hs)