Lebih Mengenal Materi ASEAN dengan Bermain MonopoliLebih Mengenal Materi ASEAN dengan Bermain Monopoli

Anityas Dian Novitasari

Oleh: Anintyas Dian Novitasari, S.Pd.

Guru Kelas VI SDN Tambaharjo 02 Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati

Proses pembelajaran di kelas dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kondisi kemampuan intelegensi siswa, kualitas dan profesionalisme guru, bahan ajar yang digunakan, hingga media pembelajaran yang digunakan. Dalam hal ini keterampilan guru dalam menyajikan materi sangat berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran. Pemilihan rencana belajar dan lingkungan yang tepat memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkembangkan siswa. Penyajian materi yang tidak membosankan dan menarik dapat memberikan pengaruh positif terhadap peserta didik (Awaludin dkk, 2020).

Pada materi identitas negara-negara ASEAN, siswa dituntut harus hafal, paham, dan menguasai materi yang dipelajarinya. Banyaknya materi yang menuntut siswa untuk menghafal membuat pembelajaran IPS terasa sangat membosankan. Selain itu, salah satu faktor yang dominan yang menjadi pemicu kurang berhasilnya proses pembelajaran adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang mampu mendukung kegiatan belajar mengajar serta berfungsi untuk memperjelas makna pesan atau informasi yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan (Surayya, 2012). Guru biasanya hanya menerangkan materi pelajaran secara konvensional dan jarang menggunakan media pembelajaran. Hal ini yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami materi tematik sehingga perlu adanya kreativitas dari guru agar belajar IPS menjadi lebih menyenangkan.

Berdasarkan masalah-masalah diatas, maka upaya untuk menanggulangi masalah dengan mengembangkan media yang diinovasikan dalam bentuk permainan monopoli materi ASEAN. Permainan monopoli termasuk dalam permainan edukasi  karena memuat unsur pembelajaran di dalamnya. Permainan monopoli sangat cocok dengan karakteristik siswa SD karena pada dasarnya permainan merupakan hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak. Diharapkan media pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Langkah awal yang dilakukan penulis selaku guru kelas VI di SD Negeri Tambaharjo 02 Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati adalah membuat dan mengembangkan media monopoli dengan bantuan para siswa. Ketika sudah jadi, guru merancang proses pembelajaran menggunakan media tersebut. Siswa dibagi ke dalam 4 kelompok kemudian masing-masing kelompok diberikan media monopoli. Guru kemudian menjelaskan peraturan permainan dengan meminta perwakilan kelompok untuk praktik ke depan kelas. Disini siswa juga diberikan kesempatan bertanya agar mereka lebih paham tentang aturan permainan monopoli ASEAN. Selanjutnya perwakilan kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing dan menjelaskan kembali aturan permainan tersebut. Siswa kemudian diberikan kesempatan untuk bermain monopoli sekitar 20-30 menit. Siswa diharapkan dapat membedakan kehidupan sosial budaya dari anggota negara ASEAN melalui permainan ini. Ketika waktu telah habis, guru membagikan lembar kerja kepada tiap kelompok untuk dikerjakan bersama-sama. Setelah itu diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran untuk membahas proses jalannya permainan monopoli dan hasil pekerjaan pada lembar kerja.

Media pembelajaran sangat berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa. Implikasi dari penggunaan media monopoli dengan cara bermain dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan suasana belajar baru yang efektif dan efisien sehingga dapat memudahkan siswa dalam  memahami materi pembelajaran dan akan berpengaruh pula pada hasil belajar siswa yang meningkat. Pembelajaran yang menarik menggunakan media dan permainan inovatif seperti monopoli ini juga dapat membuat proses  pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. (*)

Tinggalkan Balasan