PATI – Kilasfakta.com, Madrasah Aliyah (MA) Sunan Prawoto turut memeriahkan Karnaval Haul Sunan Prawoto yang digelar pada Senin (5/1/2026) dengan menampilkan konsep edukatif bertema kepedulian lingkungan. Melalui berbagai properti kreatif, siswa-siswi menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam sebagai upaya pencegahan bencana.
Dalam iring-iringan karnaval di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, rombongan MA Sunan Prawoto menampilkan miniatur banjir bandang lengkap dengan ilustrasi rumah terdampak, perahu evakuasi, pohon tumbang, hingga pohon yang kembali tumbuh. Seluruh properti tersebut dibuat dari bahan daur ulang, sebagai bentuk nyata kampanye ramah lingkungan. Para peserta juga mengenakan kostum tim tanggap bencana serta membawa poster ajakan menjaga alam.
Antusiasme siswa terlihat tinggi meskipun harus membawa properti berukuran besar dan cukup berat. Tak hanya itu, mereka juga membagikan bibit pohon kepada masyarakat sepanjang rute karnaval menuju Makam Sunan Prawoto.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MA Sunan Prawoto, Salafudin, menjelaskan bahwa tema yang diusung adalah kerusakan alam dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, proses pembuatan properti tersebut memakan waktu sekitar dua minggu dan seluruhnya memanfaatkan sampah daur ulang.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah pentingnya kesadaran menjaga lingkungan. Banjir bandang masih sering terjadi, termasuk di wilayah Prawoto saat hujan deras, dan baru-baru ini juga terjadi bencana serupa di Sumatera,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, melalui visualisasi bencana tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian alam. Pasalnya, kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia.
Lebih lanjut, Salafudin menegaskan bahwa kegiatan ini juga dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan. Menjaga alam, menurutnya, merupakan bagian dari ajaran agama yang menekankan keseimbangan antara ibadah, sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya soal ibadah ritual, tetapi juga tanggung jawab menjaga alam dan sesama makhluk ciptaan Tuhan,” pungkasnya. (KF)

