Oleh : Dewi Yuliati, M.Pd

Kepala SDN Sumur 02 Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati

 

Menciptakan Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup

Siapa yang tidak ingin memiliki sekolah yang seluruh warga sekolahnya berbudaya lingkungan hidup? Pasti menjadi harapan bagi semua pihak. Berhasil atau tidaknya pendidikan karakter peduli lingkungan dapat dilihat dari sikap siswa. Sikap siswa yang telah menunjukkan kebiasaan berperilaku baik terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal ini tentu saja memerlukan waktu, kesempatan, dan tuntunan yang kontinyu (Al Ulya, 2018).  Menciptakan sekolah berbudaya lingkungan hidup memerlukan strategi dan tindakan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan sekolah berbudaya lingkungan hidup. Yaitu dimulai adanya pembiasaan pendidikan lingkungan. Dengan melakukan pendidikan lingkungan hidup kepada seluruh warga sekolah tentang cara menjaga lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Melakukan gerakan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) pengurangan sampah, dengan mengurangi sampah di sekolah diwujudkan dalam tindakan memasang tempat sampah yang mudah diakses dan memasang tanda-tanda yang mengingatkan seluruh warga sekolah tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta tindakan zero waste plastic, dengan mengurangi limbah sampah plastik dengan membuat kesepakatan anak membawa tempat makan dan minum sendiri ketika jajan di kantin sekolah, pihak kantin sekolah menyediakan makanan dan minuman dengan bungkus non plastic atau dapat didaur ulang . Langkah mendaur ulang sampah, dengan mendorong seluruh warga sekolah mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai guna seperti kreasi alat kerajinan maupun alat/media pembelajaran sederhana dan menyediakan tempat sampah yang terpisah pisah untuk bahan daur ulang (organic, non-organic dan B3).

Selanjutnya dengan membuat kebun sekolah yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar bagi seluruh warga sekolah serta mengurangi emisi karbon dioksida. Ada pula dengan menggunakan energi yang ramah lingkungan seperti menggunakan lampu hemat energi atau panel surya untuk mengurangi emisi karbon dioksida. Memperbanyak area hijau di sekolah dan melakukan perawatan agar terjaga kebersihannya. Mendorong seluruh warga sekolah untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan, seperti bersepeda, berjalan kaki atau menggunakan kendaraan umum untuk berangkat dan pulang sekolah. Yang terakhir dengan melibatkan komunitas dalam kegiatan lingkungan sekolah, seperti membersihkan sungai atau pantai terdekat di lingkungan sekolah. Dengan mengadopsi tindakan-tindakan tersebut, maka SDN Sumur 02 dapat menciptakan budaya lingkungan hidup yang baik dan dapat diikuti oleh seluruh warga sekolah. Hal ini dapat memperkuat kesadaran lingkungan dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan mampu mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata. Penghargaan Adiwiyata adalah sebuah penghargaan yang diberikan bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah), yaitu aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup (Ilyas, 2011).

Tinggalkan Balasan