Indonesia bukan hanya dikenal dengan negara yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga terkenal dengan kerukunan umat dalam beragama serta mempunyai keragaman budaya dalam masyarakatnya, yang terdiri dari beragam suku, ras, etnik, budaya dan agama yang berpenduduk di negera Indonesia ini. Keragaman ini sudah lama mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, potret keragaman tersebut menjadi fakta kehidupan masyarakat Indonesia.

Keragaman dan kerukunan umat beragama ini menjadi salah satu realitas yang selalu mewarnai nuansa kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Keberagaman masyarakat tersebut mengandung dua potensi: pertama, adalah sumber dinamika perubahan sosial dan kemajuan bangsa, kedua, adalah potensi konflik dan disintegrasi.
Kedua dimensi tersebut merupakan sistem norma yang telah ada di dalam kehidupan tiap-tiap umat beragama, sehingga untuk menciptakan persatuan dan kesatauan bangsa, maka kerukunan antar umat beragama menjadi sesuatu yang penting dan perlu dikelola secara baik.

Dalam UUD 1945 yaitu adalah sebuah konstitusi gotong royong. Sedangkan dalam Pasal 33 UUD 1945, sistem ekonomi Indonesia disebut sebagai berasaskan pada kekeluargaan. Nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kekeluargaan dan gotong royong yaitu adalah faktor persatuan masyarakat yang meredam pertentangan dalam masyarakat yang beragam. Keberagaman bhinneka tunggal ika, dapat memberikan keseimbangan dan menjadikan kerukunan umat beragama di indonesia. Yang didalamnya mengandung unsur moderasi dalam ajaran Islam disebut (wasathan) atau pertengahan yang mempunyai inti keadilan.

Sikap moderasi yang bersifat meredam pertentangan itu, melahirkan prinsip pertengahan yang mempunyai inti keadilan. Karena itulah dalam pembukaan UUD 1945, aksiologi negara RI, yaitu perdamaian abadi, didasarkan pada keadilan sosial. Karena keadilan sosial mampu meredamkan konflik dan dapat menciptakan kedamaian. Agar terciptanya kerukunan antar umat beragama, pemerintah juga membuat sejumlah peraturan yang menyangkut pembinaan kerukunan umat dalam beragama yang berbasiskan oleh kesadaran masyarakat dan pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama /FKUB. FKUB dijadikan sebagai sarana pemersatu masyarakat beragama. Dalam hal ini, FKUB menjadi sebuah langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah dalam membimbing, membangun, dan memelihara kerukunan antar umat beragama baik di tingkat nasional, provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di Indonesia.
Contoh moderasi beragama terkait kerukunan umat beragama di Indonesia yaitu adalah:

Berdirinya rumah beribadah yang berdekatan atau berdampingan, dengan tidak adanya konflik atau pun pertentangan.

Kerukunan umat dalam membantu sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Misal, adanya bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan yang lainnya. Tanpa mengenal ras agama etnik, suku pasti penduduk Indonesia saling gotong royong membantu.

Menjaga hubungan silaturahmi dengan baik antara umat beragama serta tidak menciptakan konflik dalam perbedaan dan saling menghormati walupun berbeda keyakinan.

Di indonesia tidak hanya ada agama islam saja, namun di Indonesia sendiri banyak agama yang telah diakui keberadaannya, contohnya Budha, Kristen, katolik, hindu, dan kong hu cu. berbeda, setiap umat beragama harus hidup rukun dan saling berdampingan agar wilayah bahkan negara Indonesia tetap dalam kondisi tenang, damai, aman dan terjaga. Dan ada baiknya juga kita semua, harus mengerti makna tentang keberagaman agama agar kerukunan antar umat beragama di Indonesia tetap terjaga dengan baik aman tentram dan sejahtera. kerukunan antar umat beragama bisa diwujudkan dengan saling menghargai dan toleransi antar agama yang berbeda.

Selain itu kerukunan umat dalam beragama juga tidak memaksakan orang lain untuk memeluk agama atau kepercayaan yang kamu anut. Serta saling memahami mengenai peraturan dalam agama masing – masing dan harus menjauhi semua larangannya.
Demikian moderasi beragama terkait kerukunan umat beragama di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Penulis : Fazar Imam Syafii
Prodi : Perbankan Syariah
Fakutas Syariah dan Ekonomi Islam
Institut Pesantren Mathaliul Falah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *