Kapal bersandar memenuhi bibir sungai Silugonggo, JuwanaKapal bersandar memenuhi bibir sungai Silugonggo, Juwana

PATI – Kilasfakta.com, Memasuki musim hujan 2024, keberadaan kapal yang parkir di aliran sungai Juwana kembali menjadi perhatian sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pati. Salah satunya Wisnu Wijayanto. Dia mengatakan, kondisi kolam tambat kapal sebagai tempat parkir kapal di pulau Seprapat itu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, sampai saat ini, masih banyak kapal yang berlabuh di sepanjang sungai Silugonggo Juwana dan disinyalir dapat menjadi penghambat laju aliran sungai dari hulu sampai ke hilir, sehingga berpotensi memicu terjadinya banjir. “Samoai saat ini, di sepanjang sungai Juwana, masih banyak kapal yang parkir dan memenuhi aliran sungai Siluginggo Juwana. Jika ini tidak segera ditertibkan, maka bisa menyebabkan terjadinya banjir. Apalagi, saat ini hujan sudah mulai meningkat intensitasnya,” ujar Wisnu.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati ini berharap, pengerjaan kolam tambat kapal di muara sungai Juwana agar segera diselesaikan dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Proyek yang digadang-gadang dapat mengurai persoalan berlabuhnya kapal-kapal di area Juwana ini dianggarkan sebesar Rp 70 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kabupaten Pati. Namun sampai saat ini, pengerjaannya masih belum bisa diselesaikan.

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra dari wilayah Kecamatan Pati Kota ini mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk melakukan penataan parkir kapal yang ada di sepanjang aliran sungai Juwana yang sampai saat ini menjadi blocking aliran air ke laut. ”Bagaimana agar kapal-kapal nelayan ini tidak berjejer atau bersandar sampai memenuhi lebar sungai, itu menjadi PR Pemkab Pati. Misalnya, kan bisa diatur, kapal berjajar di satu sisi sungai, sehingga tidak memenuhi lebar sungai, sehingga air dapat mengalir tanpa hambatan,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan